Langsa (buseronline.com) - Banjir besar yang merendam seluruh ruang pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa mengakibatkan lumpuhnya hampir seluruh fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut. Seluruh alat utama pelayanan medis, mulai dari radiologi, hemodialisis, hingga laboratorium, tidak dapat digunakan akibat mengalami kerusakan berat.Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh tim dari Universitas Indonesia dan Kementerian Kesehatan menunjukkan tidak ada satu pun alat medis berukuran besar yang masih layak difungsikan pascabanjir.“Berdasarkan pemeriksaan teknis, seluruh alat utama tidak dapat digunakan kembali karena kerusakan yang cukup parah,” ujar Erizal.Di tengah keterbatasan tersebut, satu unit X-Ray Portable bantuan dari RS Kemenkes Adam Malik menjadi perangkat diagnostik vital yang hingga kini masih dapat dioperasikan. Alat tersebut menjadi penopang utama pelayanan medis, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang kembali aktif dua hari setelah banjir melanda.“Ada alat dari RS Kemenkes Adam Malik, yaitu X-ray portable, dan itu yang sudah digunakan. Tanpa alat tersebut, kami akan jauh lebih kewalahan dalam melayani pasien,” ungkapnya.Sementara itu, upaya pemulihan fasilitas rumah sakit terus dilakukan secara intensif oleh tim sanitasi, Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (IPSRS), serta para perawat. Hingga saat ini, baru lima ruangan yang berhasil difungsikan kembali dengan total kapasitas sekitar 90 tempat tidur.Kapasitas tersebut langsung terisi oleh pasien dari wilayah Langsa, termasuk pasien rujukan dari Kabupaten Aceh Tamiang yang fasilitas kesehatannya juga belum sepenuhnya pulih akibat bencana banjir.Selain keterbatasan sarana dan prasarana, RSUD Langsa juga menghadapi kendala sumber daya manusia. Sejumlah perawat terdampak banjir dan belum dapat kembali bertugas. Untuk menutupi kekurangan tersebut, dukungan tenaga medis datang dari Kementerian Kesehatan, Universitas Indonesia, MER-C, serta Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.Kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan pasokan air bersih dan listrik. Kondisi ini membuat pelayanan kesehatan berlangsung dalam situasi yang sangat terbatas. Bahkan, beberapa tenaga medis terpaksa melayani pasien dalam kondisi minim penerangan karena listrik padam hampir sepanjang hari.“Kadang kawan-kawan harus melayani pasien dalam keadaan gelap. Kondisi saat ini memang sangat terbatas,” tutur Erizal.Dalam situasi darurat tersebut, bantuan alat kesehatan dari RS Kemenkes Adam Malik menjadi penopang utama agar layanan dasar RSUD Langsa tetap berjalan. Pihak rumah sakit berharap adanya dukungan lanjutan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan sarana diagnostik dan layanan kesehatan, sehingga kebutuhan medis masyarakat terdampak bencana dapat segera terpenuhi secara optimal. (R)