Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

50 Juta Anak Sekolah Disasar Pemerintah untuk Skrining dan Diagnosis Diabetes

EM Bukit MKes - Jumat, 05 Desember 2025 06:11 WIB
Para peserta dan narasumber berfoto bersama dalam Seminar IDAI “Comprehensive Approaches to Pediatric Diabetes” di Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI mempercepat pelaksanaan skrining dan penegakan diagnosis diabetes pada anak usia sekolah sebagai bagian dari Program Skrining Kesehatan Peserta Didik Nasional.Penegasan ini disampaikan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat membuka Seminar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bertajuk “Comprehensive Approaches to Pediatric Diabetes: From Early Detection to Advanced Technology” di Jakarta, Selasa.Menkes menyampaikan bahwa Indonesia memiliki populasi 50 juta anak usia sekolah, dan lebih dari 10.000 puskesmas kini diperkuat untuk melakukan skrining dan diagnostik diabetes. Hingga Juli lalu, sebanyak 20 juta anak telah mengikuti skrining dasar sebagai tahap awal deteksi dini.“Yang lebih penting adalah penyelesaian seluruh siklus diagnostik. Setelah skrining awal, anak yang terindikasi perlu menjalani skrining lanjutan, dan bila diperlukan dilanjutkan dengan pemeriksaan tahap ketiga untuk memastikan diagnosis diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2,” ujar Menkes.Ia menekankan pentingnya standarisasi alat pemeriksaan seperti ELISA, HbA1c, serta chemistry analyzer untuk memastikan akurasi diagnosis. Standarisasi ini diharapkan dapat mempercepat penetapan diagnosis sekaligus meningkatkan penanganan sejak dini.Pemerintah menargetkan seluruh jalur skrining dan diagnostik untuk 50 juta anak dapat diselesaikan pada tahun depan. Termasuk di dalamnya penetapan tata laksana yang jelas bagi anak pra-diabetes maupun yang sudah terdiagnosis diabetes, sehingga mereka dapat segera mendapatkan intervensi sesuai kebutuhan.Project Lead CDiC Indonesia, Prof Aman B Pulungan, menyampaikan bahwa kerja sama antarnegara dan pemanfaatan teknologi memiliki kontribusi penting dalam memperkuat deteksi dini diabetes anak.“Dari empat juta anak yang kami skrining, sekitar 150.000 teridentifikasi pra-diabetes. Ini baru sebagian kecil dari total 80 juta anak Indonesia,” jelasnya.Prof Aman mengajak tenaga kesehatan di seluruh Indonesia untuk meningkatkan literasi keluarga mengenai diabetes anak, memperluas cakupan layanan, serta mengoptimalkan deteksi dini sebagai langkah kunci mencegah peningkatan kasus.Dengan percepatan skrining dan penegakan diagnosis, pemerintah berharap risiko diabetes pada anak dapat ditekan sejak dini demi menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Airin Rico Waas Dilantik Jadi Bunda PAUD Medan, Fokus Perkuat Pendidikan dan Perlindungan Anak

Kesehatan

Bandung Great Sale 2026 Hampir Tembus 8.000 Pengunjung, Transaksi Ditargetkan Capai Rp1,5 Miliar

Kesehatan

Mensesneg: Karhutla di Sejumlah Wilayah Sumatera Relatif Terkendali

Kesehatan

Bupati Taput Pastikan Pembangunan 22 Huntap di Pagaran Lambung 1 Dikebut, Ditarget Rampung Akhir Tahun

Kesehatan

Tim Gabungan Kejar Pelaku Penganiayaan Warga di Dekai

Kesehatan

52 Atlet Muda Tapanuli Utara Dilepas Ikuti Piala Soeratin di Sibolga