Kupang (buseronline.com) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo SH MHum MSi MM, meninjau langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu.SPPG yang berlokasi di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang tersebut telah beroperasi selama kurang lebih empat bulan dan dinilai mampu menjalankan pelayanan pemenuhan gizi secara baik, konsisten, serta sesuai dengan standar nutrisi yang telah ditetapkan.“Saya melihat SPPG yang baru beroperasi sekitar empat bulan ini. Alhamdulillah sudah berjalan dengan baik dan menu-menunya cukup baik,” ujar Wakapolri usai melakukan peninjauan.Komjen Dedi menjelaskan, selain memastikan kualitas dan nilai gizi makanan, SPPG juga dirancang fleksibel untuk menyesuaikan menu dengan cita rasa khas daerah masing-masing. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar program pemenuhan gizi tetap diterima masyarakat tanpa meninggalkan aspek kesehatan.“Menu SPPG ini bisa disesuaikan dengan kekhasan daerah masing-masing. Ke depan akan dibuatkan Buku Menu Resep Nusantara SPPG Polri yang menghimpun ragam kuliner khas dari berbagai wilayah,” tegasnya.Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dan operasional SPPG, mulai dari Kepala SPPG, staf, tenaga pengelola, hingga para relawan. Ia menilai peran mereka sangat penting dalam menjaga kualitas layanan, keamanan pangan, serta konsistensi penerapan standar operasional prosedur (SOP).“Kami berterima kasih kepada Kepala SPPG, staf, dan relawan yang telah bekerja dengan SOP yang kuat, menjaga food security, mempertahankan ciri khas pelayanan Polri, dan melayani para penerima manfaat dengan penuh dedikasi,” ungkap Dedi.Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Polri mendapatkan mandat untuk membangun 98 SPPG tambahan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Pembangunan ini bertujuan untuk memperluas pemerataan pelayanan gizi serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul di seluruh Indonesia.“Ada rencana sesuai permintaan Bapak Presiden. Bapak Kapolri memerintahkan pembangunan SPPG di wilayah 3T, dan Polri mendapat mandat untuk membangun 98 SPPG,” ujar Wakapolri.Khusus di wilayah Nusa Tenggara Timur, Polri akan membangun 16 SPPG di kawasan 3T serta 12 SPPG reguler, sehingga total terdapat 28 SPPG baru yang akan direalisasikan. Pembangunan tersebut dijadwalkan mulai pekan depan dengan agenda peletakan batu pertama.“Target di NTT, minggu depan sudah dilakukan peletakan batu pertama,” jelasnya.Selain pembangunan SPPG, Polri juga menyiapkan 264 fasilitas operasional lainnya yang akan diresmikan secara nasional. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan Polri sekaligus meningkatkan dukungan kepada masyarakat.Dengan bertambahnya jumlah SPPG di berbagai daerah, Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan gizi yang merata, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi sarana pelestarian kekayaan kuliner nusantara melalui penyajian menu khas daerah yang tetap memenuhi standar keamanan pangan dan identitas pelayanan Polri. (R)