Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan Provinsi dengan Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik I dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menko PMK, Pratikno, kepada Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025, yang digelar di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu.Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memberikan apresiasi kepada daerah-daerah dengan capaian signifikan dalam menurunkan angka stunting.Menurut data terbaru, angka prevalensi stunting di Jawa Barat berhasil turun dari 21,7 persen pada 2023 menjadi 15,9 persen pada 2024, menunjukkan efektivitas program percepatan penurunan stunting yang dijalankan pemerintah provinsi.Dalam sambutannya, Wagub Erwan Setiawan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya penurunan stunting, termasuk pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat.“Selama lima tahun kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi dan saya, kami menargetkan zero stunting, yakni tidak ada kasus stunting baru di Jawa Barat,” tegasnya.Wagub Erwan menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kerja sama lintas sektor dan intervensi gizi yang tepat sasaran. Momentum Hari Kesehatan Nasional juga menjadi pengingat penting bahwa generasi Jabar harus sehat, kuat, dan berdaya saing.Wapres Gibran Rakabuming Raka menambahkan, pencapaian Jawa Barat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 14,2 persen pada 2029.“Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu contoh dengan penurunan paling signifikan, yaitu sebesar 5,8 persen dalam satu tahun,” ujar Wapres Gibran.Penurunan prevalensi stunting nasional menjadi 19,8 persen pada 2024, lebih baik dari proyeksi Bappenas sebesar 20,1 persen, atau setara dengan penurunan sekitar 357 ribu anak dibandingkan tahun sebelumnya.Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh daerah untuk terus bersinergi menurunkan angka stunting, demi tercapainya generasi Indonesia yang sehat dan produktif. (R)