Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menggencarkan Gerakan Makan Ikan atau Gemarikan melalui ajang Central Java Fish Market (CJFM) 2025. Selain unggul dari sisi gizi, ikan juga memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan dalam menekan inflasi.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat membuka CJFM 2025 di halaman Kantor Gubernur Jateng, Selasa.Menurutnya, ajang ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya diversifikasi pangan, termasuk mengonsumsi ikan yang selama ini kurang diminati.“Kandungan gizi ikan jauh lebih baik dibanding daging ayam maupun telur. Di dalamnya terdapat protein, omega-3 (EPA dan DHA), serta vitamin D yang menunjang kecerdasan anak. Bahkan, gizinya lebih sehat karena dapat mengurangi risiko kolesterol dan asam urat,” ujar Sumarno.Sumarno menambahkan, produksi perikanan di Jawa Tengah cukup tinggi, didukung fasilitas cold storage yang memadai. Produk ikan beku dari Jateng banyak dipasok ke wilayah Indonesia bagian timur.Pada 2024, produksi ikan tangkap tercatat 410.745,59 ton, sementara produksi perikanan budidaya mencapai 554.810,13 ton, dengan nilai produksi perikanan tangkap Rp6,19 T.“Kebiasaan makan ikan harus dibangun sejak keluarga agar anak-anak terbiasa. Kami berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menyajikan ikan sebagai salah satu menu karena kandungan protein dan omega-3 di dalamnya,” kata Sumarno.Dengan pemanfaatan menu ikan pada MBG, Sekda Jateng juga berharap dapat mendongkrak perekonomian nelayan lokal.Rahmad Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, menekankan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki potensi ekonomi yang besar.Pada triwulan III 2025, sektor ini berkontribusi 12,88 persen terhadap perekonomian Jateng. Sementara ekspor kelautan dan perikanan Jawa Tengah pada 2024 mencapai 83,15 juta ton dengan nilai Rp5,76 T.“Edukasi dan sosialisasi gerakan makan ikan harus terus dilakukan. Selain membantu menjaga stabilitas inflasi, juga penting menurunkan angka stunting,” ujar Rahmad.Endi Faiz Effendi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, menyampaikan bahwa CJFM telah digelar untuk keempat kalinya.Ajang ini menjadi wadah kampanye Gemarikan dengan berbagai kegiatan menarik, antara lain bazar UMKM, dongeng anak, kampanye cinta rupiah, festival makanan laut, hingga lomba memasak untuk siswa SMA dan SMK se-Jateng.“Tingkat konsumsi ikan terus meningkat. Pada 2024 mencapai 40,14 kilogram per kapita per tahun, naik 7,84 persen dibanding 2023 yang sebesar 37,22 kilogram,” pungkas Endi.CJFM 2025 tidak hanya bertujuan meningkatkan konsumsi ikan, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif, membangun kesadaran gizi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah. (R)