Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Menkes Tegaskan Dakwah Kesehatan Jadi Aksi Nyata untuk Jaga Kesehatan Masyarakat

EM Bukit MKes - Selasa, 11 November 2025 09:07 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama pimpinan Aisyiyah menghadiri Konsolidasi Nasional: Penguatan Kepemimpinan Majelis Kesehatan untuk Percepatan Aksi Dakwah Kesehatan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Minggu (9/11/2025).
Sidoarjo (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat dalam memperkuat gerakan kesehatan melalui pendekatan dakwah.Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan Konsolidasi Nasional: Penguatan Kepemimpinan Majelis Kesehatan untuk Percepatan Aksi Dakwah Kesehatan Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Minggu.Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang sehat dan produktif.“Kalau kita tidak bisa menjaga kesehatan masyarakat saat bonus demografi, maka anak-cucu kita akan hidup sebagai bangsa menengah selamanya. Itu dosa generasi kita,” tegasnya.Ia juga memberikan apresiasi kepada Aisyiyah yang sejak awal berdiri telah menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai pilar dakwah. Menurutnya, pendekatan tersebut selaras dengan Transformasi Kesehatan Nasional yang tengah digalakkan pemerintah. “Dakwah lewat pendidikan dan kesehatan adalah strategi visioner yang luar biasa,” ujarnya.Menkes menegaskan, fokus pembangunan kesehatan bukan sekadar pengobatan, tetapi promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.“Tugas kita bukan mengobati orang sakit, tetapi menjaga agar masyarakat tetap sehat. Karena itu, Aisyiyah punya peran besar dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat tentang hidup sehat,” tambahnya.Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pimpinan dan kader Aisyiyah di Indonesia untuk menjadikan dakwah kesehatan sebagai budaya organisasi.“Sehatkanlah warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitarnya. Jadikan setiap ranting dan cabang Aisyiyah sebagai teladan hidup sehat. Kalau semua masyarakat sehat, insha Allah bangsa ini akan sejahtera,” katanya.Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr Siti Noordjannah Djohantini, menegaskan bahwa dakwah di bidang kesehatan merupakan bagian fundamental dari misi Aisyiyah sejak didirikan oleh KH Ahmad Dahlan.Ia memaparkan berbagai inisiatif Aisyiyah, termasuk kerja sama dengan puskesmas dalam pelayanan ibu dan anak, promosi gizi dan imunisasi, serta advokasi pentingnya Kartu Identitas Anak (KIA).“Bagi sebagian orang, urusan seperti KIA mungkin dianggap kecil. Tapi bagi kami, itu bagian penting dari dakwah kemanusiaan, memastikan setiap anak di negeri ini diakui dan mendapatkan haknya,” jelasnya.Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Dr Hidayatulloh MSi, menambahkan komitmen Umsida untuk berkontribusi dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui pembangunan Rumah Sakit Umum dengan keunggulan di bidang gigi dan mulut.Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat layanan masyarakat sekaligus sarana pendidikan klinik bagi mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi.Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong gerakan dakwah kesehatan menjadi aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sejalan dengan target pembangunan kesehatan nasional. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Kesehatan

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Kesehatan

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Kesehatan

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Kesehatan

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara

Kesehatan

Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur