Salatiga (buseronline.com) - Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbukti efektif dalam melakukan skrining atau pelacakan terhadap penderita tuberkulosis (TB).Program ini dinilai menjadi inovasi penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan Speling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, serta Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu.“Ini sangat luar biasa, sudah saya cek ada foto rontgen juga di sini,” ujar Benjamin, merujuk pada efektivitas penggunaan alat portable x-ray dalam mendeteksi TB dan penyakit paru lainnya.Menurut Benjamin, Speling dan CKG tidak hanya berfokus pada pemeriksaan umum, tetapi juga mampu mendeteksi berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, hingga infeksi paru. Melalui alat portable x-ray, para dokter spesialis dapat menemukan indikasi penyakit infeksi, tumor, maupun gangguan pernapasan secara cepat dan akurat.“Kalau program ini bisa dilakukan di seluruh Indonesia, maka masyarakat Indonesia akan jauh lebih sehat. Ini sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto melalui program cek kesehatan gratis,” jelas Benjamin.Sejauh ini, program Speling telah menjangkau 706 desa di seluruh Jawa Tengah, melibatkan para dokter spesialis dari berbagai bidang, termasuk penyakit dalam, paru, anak, kandungan, dan kejiwaan.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan tuberkulosis merupakan salah satu prioritas nasional yang juga menjadi fokus utama pemerintah daerah.Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Jawa Tengah telah meluncurkan program TB Express yang terintegrasi dengan kegiatan Speling dan CKG, serta melibatkan seluruh dinas kesehatan di tingkat kabupaten dan kota.“Program ini dirancang agar masyarakat desa mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Penanganan TB menjadi prioritas karena penyakit ini masih menjadi beban kesehatan masyarakat,” kata Luthfi.Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, estimasi kasus tuberkulosis di wilayah tersebut pada tahun 2025 mencapai 107.488 kasus. Hingga 4 November 2025, sebanyak 73.028 kasus atau sekitar 68 persen telah ditemukan dan ditangani.Secara keseluruhan, program Speling dan CKG telah melayani pemeriksaan kesehatan bagi 10.864.676 warga Jawa Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 5.503.929 orang telah menjalani pemeriksaan khusus untuk TB. Pemeriksaan dahak menggunakan Tes Cepat Molekuler (sputum TCM) dilakukan terhadap 94.499 orang, dengan hasil 86.573 negatif, 5.051 gagal, 2.605 terdeteksi TB sensitif obat (SO), dan 260 kasus TB resisten obat (RO).Dengan capaian tersebut, Speling dan CKG terbukti menjadi inovasi layanan kesehatan yang tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan medis, tetapi juga memperkuat upaya nasional dalam menuntaskan penyakit tuberkulosis di Indonesia. (R)