Jambi (buseronline.com) - Sejarah baru tercipta di dunia medis Jambi. Untuk pertama kalinya, operasi jantung terbuka berhasil dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi, Jumat.Operasi tersebut dikerjakan oleh tim dokter RSUD Raden Mattaher Jambi yang bekerja sama dengan RSUP dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, di bawah supervisi RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Provinsi Jambi.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir langsung di RSUD Raden Mattaher untuk menyaksikan capaian bersejarah tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim medis.“Penyakit paling banyak menyebabkan kematian rakyat kita nomor satu adalah stroke, nomor dua jantung. Karena itu, layanan seperti ini harus tersedia di seluruh provinsi,” ujar Menkes Budi.Budi menegaskan bahwa pemerintah menargetkan setiap provinsi di Indonesia memiliki kemampuan penanganan bedah jantung. Hal ini penting karena pasien dengan serangan jantung atau stroke yang ditangani dalam waktu kurang dari dua jam memiliki peluang hidup yang jauh lebih tinggi.Pelaksanaan operasi perdana ini dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tim gabungan dari Jambi dan Palembang bekerja secara kolaboratif dengan dukungan teknologi mutakhir serta perangkat operasi jantung yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan.Pasien yang menjalani operasi dilaporkan dalam kondisi stabil pascaoperasi dan terus dipantau secara intensif oleh tim medis.Menkes Budi menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan tengah memperkuat pendidikan dan distribusi dokter spesialis di daerah melalui program berbasis rumah sakit. Program ini bertujuan agar tenaga ahli tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi juga merata hingga ke luar Pulau Jawa.Selain itu, Kemenkes juga mempercepat penyediaan alat kesehatan vital seperti CT scan dan cathlab di seluruh kabupaten.“Semua kabupaten nanti akan dibagi CT scan dan alat untuk penanganan jantung dan stroke. Tinggal siapkan SDM-nya, alat pasti datang,” tegas Budi.Dalam tiga tahun ke depan, lanjutnya, pemerintah menargetkan seluruh provinsi memiliki fasilitas lengkap untuk operasi bypass, perbaikan katup jantung, serta layanan kanker, ginjal, dan kesehatan ibu-anak.Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan yang telah diberikan, baik berupa peralatan medis maupun pelatihan tenaga kesehatan.“Kebutuhan layanan jantung di Jambi sangat besar, mencapai lebih dari 700 kasus per tahun. Karena itu, kemampuan operasi jantung di Jambi merupakan kebutuhan mendesak,” ungkap Al Haris.Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen menambah sumber daya manusia, fasilitas, dan dukungan operasional agar RSUD Raden Mattaher dapat menjadi pusat rujukan jantung unggulan di Sumatera.Keberhasilan operasi perdana ini diharapkan menjadi awal transformasi layanan kardiovaskular di Provinsi Jambi. Dengan keberadaan fasilitas operasi jantung di daerah, masyarakat kini tak perlu lagi dirujuk ke luar provinsi untuk mendapatkan penanganan cepat dan komprehensif.Langkah ini juga menjadi wujud nyata dari transformasi layanan kesehatan nasional, yang berfokus pada pemerataan fasilitas dan peningkatan kualitas pelayanan di seluruh Indonesia. (R)