Tegal (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di wilayahnya melalui program inovatif Kencan Bumil atau Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil.Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan hal tersebut seusai memberikan Mauidhoh Hasanah dalam kegiatan Silaturahmi TP PKK Kabupaten Tegal di Balai Desa Setu, Kecamatan Tarub, Kamis.Menurut Nawal, Kencan Bumil merupakan pengembangan dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, yang selama ini telah berjalan baik. Melalui program ini, kader PKK dan kader Posyandu diarahkan untuk lebih aktif melakukan pendampingan serta pemantauan kondisi ibu hamil di wilayah masing-masing.“Nanti diharapkan yang akan kita inisiasi lagi terkait di Posyandu juga namanya Kencan Bumil, untuk menurunkan AKI dan AKB,” ujar Nawal, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah.Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga Agustus 2025 tercatat 270 kasus kematian ibu dan bayi, menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 427 kasus.Penurunan ini menunjukkan adanya dampak positif dari berbagai program intervensi kesehatan ibu dan anak yang telah dilakukan.Nawal menjelaskan, program Kencan Bumil menjadi langkah deteksi dini dengan melakukan pendampingan dan pemeriksaan berkala kepada ibu hamil, mulai dari fase prahamil, masa kehamilan, proses persalinan hingga masa nifas.“Kita harus memantau terus bagaimana cek, kemudian menemani tumbuh kembang daripada ibu-ibu hamil di sini,” jelasnya.Program Kencan Bumil juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) yang diintegrasikan melalui kegiatan Layanan Dokter Spesialis Keliling serta Cek Kesehatan Gratis (CKG).“Jadi Kencan Bumil nanti disertai dengan layanan USG, yang kemudian kita integrasikan dengan cek kesehatan gratis bersama Dinas Kesehatan,” terang Nawal, yang akrab disapa Ning Nawal.Selain fokus pada kesehatan ibu dan anak, Nawal turut mendorong kader PKK di seluruh Jawa Tengah untuk menggerakkan program Gerakan Ibu dan Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon).Program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan, ekonomi keluarga, serta kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan menanam pohon, budidaya ikan, dan peternakan kecil.“Kalau ini bisa masif, sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan keluarga. Sehingga bisa mengurangi juga cost (pengeluaran) keluarga untuk berbelanja,” tandasnya.Dengan berbagai langkah tersebut, TP PKK Jawa Tengah berharap kolaborasi antara pemerintah, kader, dan masyarakat dapat terus memperkuat upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus membangun keluarga sehat, mandiri, dan sejahtera di seluruh daerah. (R)