Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Sinergi Lintas Sektor, RSPPN Panglima Besar Soedirman Dipacu Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

EM Bukit MKes - Senin, 13 Oktober 2025 07:26 WIB
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar memberikan keterangan pers usai rapat konsultasi teknis di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman, Jakarta
Jakarta (buseronline.com) - Upaya mewujudkan kemandirian layanan kesehatan nasional terus dilakukan pemerintah. Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman kini tengah dipacu menjadi rumah sakit bertaraf internasional.Komitmen tersebut ditegaskan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof Taruna Ikrar dalam Rapat Konsultasi Teknis Kedua yang digelar di Jakarta, Selasa.Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat pertama pada Juni 2025 yang masih membahas perumusan konsep. Kali ini, ketiga pihak menyatakan telah memasuki tahap pelaksanaan konkret di bidang penguatan rumah sakit, farmasi pertahanan, serta peningkatan layanan kesehatan bagi prajurit TNI dan masyarakat umum.“Kami bertiga—Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, dan saya—baru saja menyelesaikan rapat teknis kedua. Kalau dulu masih menyusun formulasi, sekarang sudah masuk tahap pelaksanaan,” ujar Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa RSPPN Panglima Besar Soedirman telah memenuhi sejumlah prasyarat sebagai rumah sakit bertaraf internasional, baik dari segi infrastruktur, kapasitas layanan, maupun regulasi kerja sama lintas negara.Rumah sakit yang berlokasi di Jakarta ini memiliki gedung setinggi 28 lantai, kapasitas 1.000 tempat tidur, serta 100 unit ICU dengan klasifikasi tipe A. Fokus pengembangan selanjutnya akan diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga medis, mutu layanan pascaoperasi, dan penguatan sistem manajemen rumah sakit.“Layaknya rumah sakit kelas dunia, kuncinya ada pada kualitas dokter, kelengkapan alat kesehatan, dan mutu layanan perawatan. Infrastruktur kita sudah siap, sekarang fokus pada pengembangan SDM dan pelayanan,” jelas Sjafrie.Selain penguatan di bidang layanan kesehatan, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga mengembangkan farmasi pertahanan dan pengobatan tradisional Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan BPOM.“Kita sudah mulai mengembangkan farmasi tradisional Indonesia, juga menjalin kerja sama internasional dengan China untuk pengembangan Indonesia Traditional Medicine. Kerja sama ini akan kita sebarkan ke berbagai daerah agar manfaatnya dirasakan luas,” tuturnya.Menhan menegaskan, pengembangan RSPPN tidak hanya untuk prajurit TNI, tetapi juga dibuka bagi masyarakat umum melalui fasilitas BPJS Kesehatan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nasional.Sementara itu, Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan RSPPN Panglima Besar Soedirman, khususnya dalam aspek kefarmasian, riset, dan pengawasan obat serta alat kesehatan.“Di dunia, rumah sakit berkelas internasional selalu menjadi pusat pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Karena itu, BPOM siap memberikan dukungan penuh agar RSPPN Soedirman menjadi rumah sakit unggulan nasional,” tegas Taruna.BPOM bersama Kemenhan telah menyepakati lima langkah strategis utama, yakni:1. Percepatan sertifikasi kefarmasian;2. Pendampingan Good Manufacturing Practice (GMP);3. Pengawasan distribusi obat dan fasilitas kefarmasian;4. Penguatan riset klinis dan terapi inovatif;5. Pengembangan obat tradisional Indonesia berbasis evidensi ilmiah.“Semua sertifikasi mulai dari clinical trial, manufacturing, hingga distribusi berada di bawah pengawasan BPOM. Kami akan mempercepat prosesnya dengan tetap berpedoman pada standar internasional,” jelasnya.Dalam bidang riset dan farmasi, BPOM juga berkolaborasi dengan Kemenhan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat, yang saat ini masih mencapai 94 persen.“Dengan jejaring Kementerian Pertahanan, diharapkan akses bahan baku bisa diperluas dan ketergantungan terhadap impor turun bertahap dari 94 persen menjadi 80 persen, bahkan 50 persen di masa depan,” pungkas Taruna.Sinergi antara Kemenhan, Kemenkes, dan BPOM diharapkan menjadi langkah besar dalam memperkuat kemandirian sektor kesehatan nasional sekaligus menempatkan RSPPN Panglima Besar Soedirman sebagai ikon rumah sakit modern berstandar global yang menggabungkan pelayanan, pendidikan, dan penelitian dalam satu sistem terpadu. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli

Kesehatan

Pemprov Sumut Gandeng Rumah Tani Nusantara Perkuat Pengendalian Inflasi

Kesehatan

Polri Raih Penghargaan dari Kementerian Haji dan Umrah RI atas Dukungan Penyelenggaraan Haji 2026

Kesehatan

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo

Kesehatan

Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global