Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri peresmian Diorama Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), sebagai simbol pelestarian arsip dan sejarah pengawasan obat serta makanan di Indonesia, di gedung BPOM, Jakarta, Senin.Diorama ini dirancang untuk menampilkan peran arsip dalam mendukung kinerja BPOM sekaligus menjadi bukti akuntabilitas dan transparansi lembaga kepada publik. Ruangan diorama terbagi menjadi dua area utama dengan tema berbeda.Ruang pertama menampilkan peta sebaran wilayah kerja BPOM, filosofi logo, dan struktur organisasi melalui media LED TV, dilengkapi etalase bertema “BPOM Menjulang, Membumi, dan Mengakar.” Sementara ruang kedua menyajikan kutipan para pimpinan BPOM, foto Kepala BPOM dari masa ke masa, dokumentasi kegiatan, hingga miniatur seragam pegawai.Dalam sambutannya, Menkes Budi menekankan pentingnya peran strategis BPOM dalam menghadapi tantangan pengawasan obat dan makanan di tengah dinamika global.“Kita juga bagian dari sejarah. Kita tidak tahu bagaimana 10 atau 20 tahun ke depan, tapi kebutuhan masyarakat terhadap obat dan makanan akan terus meningkat,” ujar Menkes Budi.Menkes menambahkan bahwa perubahan iklim global berpotensi menghadirkan ancaman baru dari patogen yang sebelumnya tidak terdeteksi.“Dengan climate change, jenis patogen baru bisa muncul. Selain jumlah makanan bertambah, risiko patogen juga meningkat,” jelasnya.Menurut Menkes, BPOM memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan obat dan makanan. Tantangan ke depan diperkirakan semakin kompleks seiring bertambahnya populasi, beragamnya produk pangan dan obat, serta meningkatnya risiko racun dan patogen.Ia menekankan perlunya perlindungan khusus bagi anak-anak dari risiko keracunan makanan sebagai prioritas pengawasan.Sejalan dengan itu, Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa lembaganya terus memperkuat sistem pengawasan dan kapasitas kelembagaan agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.Langkah nyata yang dilakukan BPOM, menurut Taruna, termasuk penerbitan Peraturan Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Advanced, yang bertujuan mempercepat ketersediaan obat inovatif sekaligus melindungi masyarakat.Selain itu, BPOM tengah menunggu hasil akhir assessment dari World Health Organization (WHO) Listed Authority (WLA), yang diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global.“Dengan WLA, posisi Indonesia dalam ekosistem global akan semakin kuat,” ujar Taruna pada Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (Rakor KKSK).Diorama BPOM diharapkan menjadi media edukasi bagi masyarakat, sekaligus pengingat pentingnya pengawasan obat dan makanan di masa depan, serta menampilkan kiprah dan komitmen BPOM dalam melindungi kesehatan masyarakat. (R)