Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Pertama Kali Sejak Indonesia Merdeka, Maluku Sukses Gelar Operasi Bypass Jantung

EM Bukit MKes - Senin, 06 Oktober 2025 07:20 WIB
Tim dokter RSUP Dr Johannes Leimena Ambon melakukan operasi bypass jantung pertama di Maluku, yang menjadi sejarah baru layanan kesehatan di Indonesia Timur, Jumat (3/10/2025). (Dok/Kemenkes)
Ambon (buseronline.com) - Provinsi Maluku mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan dengan keberhasilan melakukan operasi bypass jantung pertama sejak Indonesia merdeka. Operasi tersebut dilaksanakan di RSUP Dr Johannes Leimena Ambon, dan menjadi tonggak penting kemajuan layanan kesehatan jantung di kawasan Indonesia Timur.Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang hadir langsung di Ambon menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim medis, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan lompatan besar dalam pemerataan layanan kesehatan di Tanah Air.“Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, Maluku akhirnya bisa melakukan operasi bypass jantung pertama. Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang penyelamatan nyawa dan keadilan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di RSUP Dr Johannes Leimena, Jumat.Selama ini, pasien penyakit jantung di wilayah timur Indonesia sering menghadapi kendala besar. Banyak pasien yang harus dirujuk ke Surabaya atau Makassar, menempuh perjalanan panjang dengan biaya tinggi, bahkan berisiko terlambat mendapat penanganan.Salah satu pasien, berinisial G, disebut harus menunggu antrean hingga nomor 289 untuk tindakan pemasangan ring di Surabaya melalui BPJS.“Ini nyata terjadi, dan inilah yang ingin kami ubah,” tegas Menkes Budi.Pemerintah kini tengah mengembangkan sistem layanan jantung nasional yang terintegrasi dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit provinsi. Operasi bypass di Ambon menjadi bagian penting dari inisiatif tersebut.Menkes menargetkan, seluruh 34 provinsi di Indonesia mampu melakukan minimal dua prosedur bedah utama, yakni operasi bypass dan bedah katup jantung. Hingga kini, sudah 28 provinsi memiliki kemampuan tersebut, dan Maluku kini resmi bergabung dalam daftar itu.Selain itu, Menkes juga mendorong pemerintah daerah agar memastikan ketersediaan tenaga dokter spesialis jantung tetap bertugas di daerah dan tidak berpindah ke kota besar.Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan hadirnya negara dalam memperkuat layanan kesehatan di daerah.“Ini menunjukkan komitmen dan kehadiran negara dalam memperkuat pembangunan kesehatan, serta membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan jantung tanpa harus dirujuk ke luar Maluku,” ujar Hendrik.Hendrik menegaskan, RSUP Dr Johannes Leimena sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan timur Indonesia memiliki peran strategis. Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen memperluas layanan serupa ke rumah sakit di kabupaten/kota, mengingat tantangan geografis wilayah kepulauan.“Pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari sisi SDM, infrastruktur, hingga alat kesehatan,” tambahnya.Dengan keberhasilan ini, Maluku resmi menorehkan sejarah baru dalam dunia kesehatan nasional, sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat Indonesia Timur untuk mendapatkan pelayanan medis jantung yang lebih cepat dan merata. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura

Kesehatan

Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah

Kesehatan

Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR

Kesehatan

Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis

Kesehatan

Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026