Bogor (buseronline.com) - Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menegaskan penurunan angka stunting menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Targetnya, menjadikan Kota Bogor menuju Zero New Stunting.Hal itu disampaikan Dedie saat menghadiri Rembuk Stunting Tingkat Kota Bogor yang berlangsung di Ballroom Hotel Royal Bogor, Rabu.Dedie menjelaskan, tantangan menurunkan stunting masih cukup besar. Pada 2024, prevalensi stunting tercatat 21,20 persen, meningkat dibandingkan 2023 yang berada di angka 18,2 persen. Kondisi ini menjadi tantangan untuk memastikan tidak ada penambahan kasus baru pada 2025.“Target kami dari yang harus diintervensi adalah 1.588, kita coba turunkan menjadi 1.510 dan tidak boleh ada lagi penambahan kasus stunting,” ujar Dedie.Menurutnya, keberadaan Satuan Pendidikan Peduli Gizi (SPPG) yang kini telah memiliki 32 dapur di Kota Bogor menjadi garda terdepan pencegahan stunting. Dedie juga meminta program ini menyasar bukan hanya siswa, tetapi juga ibu hamil, menyusui, dan balita.Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Kalau tidak ada komunikasi, sinergi, dan kolaborasi, tidak akan selesai urusan ini. Kesempatannya ada di depan mata, jadi kolaborasi harus nyata, bukan hanya formalitas,” tegas Dedie.Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor dan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Jenal Mutaqin, menyebut intervensi stunting harus berbasis kebutuhan individu, dengan pendekatan by name by address untuk balita, ibu hamil, dan calon pengantin baru.“Kita perlu inovasi berupa sistem pemantauan berbasis aplikasi digital, sehingga donatur dapat memantau perkembangan fisik dan gizi anak yang dibantu secara periodik. Hal ini meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab,” ujar Jenal.Pemkot Bogor juga menyoroti isu pernikahan dini sebagai salah satu faktor penyumbang stunting. Jenal menegaskan pihaknya akan bekerja sama dengan KUA dan Dukcapil untuk melakukan pendekatan persuasif secara door-to-door kepada keluarga yang ditemukan kasus pernikahan dini.“Bukan hanya men-judge, tapi benar-benar memahami masalah utama dan mencari solusi,” tambahnya.Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Bogor berharap angka stunting dapat ditekan, sekaligus memastikan tidak ada penambahan kasus baru di Kota Bogor. (R)