Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Upaya Kolaboratif Jadi Kunci Pemprov Jateng Capai Zero TBC 2030

EM Bukit MKes - Sabtu, 13 September 2025 12:09 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar (tengah), bersama perwakilan organisasi profesi kesehatan menunjukkan dokumen kerja sama usai penandatanganan MoU dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) TBC di Rooms
Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan target Zero Tuberkulosis (TBC) 2030. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) TBC dan intervensi TBC-HIV, di Rooms Inc Hotel Pemuda, Semarang, Kamis.Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, mengungkapkan capaian penanganan TBC di Jateng masih di bawah target. Karena itu, perlu upaya bersama untuk memperkuat penemuan kasus dan memastikan pengobatan tuntas.“Oleh karena itu, kami mengajak organisasi profesi dan asosiasi kesehatan untuk bersama-sama memperkuat penemuan kasus dan pengobatan TBC,” jelas Yunita.Ia menambahkan, penggunaan teknologi x-ray portable menjadi terobosan penting, karena mampu mempercepat deteksi TBC secara mobile hingga ke pelosok daerah.Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa Jateng ditunjuk sebagai salah satu dari delapan provinsi percontohan menuju Zero TBC 2030. Menurutnya, upaya menekan kasus TBC membutuhkan keseriusan semua pihak, termasuk dinas terkait, tenaga kesehatan, dan masyarakat.“Banyak pasien tidak tuntas menjalani pengobatan, bahkan ada yang mengalami resistensi obat. Karena itu program Speling harus digerakkan masif. Program Jogo Tonggo seperti saat kita menangani Covid-19 dulu juga perlu digencarkan kembali,” tegas Gus Yasin, sapaan akrabnya.Ia menambahkan, pengadaan x-ray portable sudah masuk dalam rancangan anggaran 2026, sehingga diharapkan mempercepat deteksi dini dan meningkatkan efektivitas penanganan.“Kalau angka TBC bisa ditekan, investor akan semakin yakin pada kualitas sumber daya manusia (SDM) kita. Karena itu, kolaborasi lintas profesi dan semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan Zero TBC 2030,” tandasnya.Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga memberikan penghargaan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi. Penghargaan diberikan kepada:Hildan Awaludin dari Puskesmas Kedungbanteng Banyumas (kategori Petugas Tanggap Darurat Bencana di Puskesmas),Nugroho Lazuardi dari RSUD dr Adhyatma Semarang (kategori Tenaga Kesehatan Inovatif di RS Pemerintah),dr Agus Fitrianto dari RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto (kategori Tenaga Medis Inovatif di RS Pemerintah).Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada tiga daerah dengan kontribusi tertinggi dalam implementasi kolaborasi TBC-HIV, yakni Kabupaten Demak sebagai peringkat pertama, disusul Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magelang.Acara tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan MoU bersama organisasi profesi kesehatan, untuk mendukung program Speling Melesat, sebuah inovasi memperluas jangkauan layanan deteksi TBC di Jawa Tengah. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kapolri: Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Utama Penanganan Gempa NTT

Kesehatan

Disdik Jabar dan UPI Kolaborasi Atasi Kekurangan Guru melalui Program GEMA JABAR

Kesehatan

Omzet Galeri UKM Jateng Tembus Rp439 Juta dalam Enam Bulan, Bakal Direbranding

Kesehatan

BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih ke Transportasi Umum

Kesehatan

5 Bomber Siap Bersaing Rebut Sepatu Emas Premier League 2026/2027

Kesehatan

Kemenkes Dirikan Dua RS Lapangan di NTT Pascagempa 7,7 Magnitudo