Bandung (buseronline.com) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan perhatian khusus kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung yang baru dilantik, Sony Adam. Farhan menegaskan, tantangan terbesar sektor kesehatan di Kota Bandung saat ini adalah tingginya prevalensi tuberkulosis (TBC).“Tantangan terbesar yang harus dihadapi adalah tingginya prevalensi TBC di Kota Bandung. Bahkan termasuk salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Hal ini harus kita sikapi dengan layanan kesehatan yang tinggi dan luar biasa,” kata Farhan dalam pelantikan pejabat di Balai Kota Bandung, Rabu.Untuk mengatasi persoalan tersebut, Farhan meminta agar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperluas. Ia ingin deteksi dini terhadap TBC bisa dilakukan lebih masif, sekaligus memastikan pasien yang terdeteksi segera mendapatkan pengobatan.“Pengobatannya memang murah, tetapi konsistensi pasien menjalani pengobatan tidaklah mudah,” ujarnya.Selain itu, Farhan juga menekankan peningkatan pelayanan puskesmas, terutama di wilayah padat penduduk dan daerah blank spot. Menurutnya, akses kesehatan harus merata hingga ke seluruh pelosok Kota Bandung.Wali Kota Bandung itu juga menyoroti peran penting tenaga kesehatan fungsional seperti perawat dan bidan. Ia menyebut interaksi mereka dengan masyarakat sangat menentukan persepsi publik terhadap kualitas layanan pemerintah.“Bagaimana perawat dan bidan melayani pasien akan mencerminkan kualitas layanan kesehatan Kota Bandung. Itu adalah wajah nyata pemerintahan,” tegasnya.Farhan berharap, Kepala Dinkes yang baru bersama jajarannya mampu menghadirkan perubahan signifikan. Selain menekan angka TBC, ia juga menekankan pentingnya upaya penurunan prevalensi stunting dan penyakit degeneratif.“Mari jadikan kesehatan sebagai prioritas, karena masyarakat yang sehat adalah fondasi bagi Bandung yang maju,” pungkasnya. (R)