Jakarta (buseronline.com) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa reformasi pendidikan dokter spesialis di Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah tenaga medis, tetapi juga pada kualitas yang sesuai dengan standar global.Pratikno menyebut penerapan dual track system atau dua jalur pendidikan berbasis universitas dan rumah sakit dapat saling melengkapi untuk meningkatkan kapasitas pendidikan kedokteran.“Ini bukan kompetisi, tapi complementary. Justru dengan dua jalur ini kapasitas kita bisa meningkat, asal tetap berpegang pada standar internasional,” ujarnya dalam The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025, Rabu di Hotel Raffles Jakarta.Ia menekankan pentingnya joint standardisation agar mutu lulusan dokter spesialis Indonesia diakui secara internasional.“Kualitas itu tidak bisa ditawar, mau berbasis universitas atau rumah sakit, keduanya harus mengikuti standar universal. Itu sebabnya kita perlu standardisasi internasional yang kuat,” tambahnya.Lebih jauh, Pratikno menegaskan reformasi pendidikan dokter spesialis juga harus mencetak peneliti dan inovator di bidang kesehatan.“Kita ingin pendidikan ini melahirkan medical innovators dan bahkan medical inventors. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tapi juga produsen pengetahuan medis,” tegasnya.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam produksi dokter spesialis dibandingkan negara lain. Saat ini, Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun melalui 26 rumah sakit pendidikan.Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan jumlah rumah sakit pendidikan menjadi 300–500 dalam beberapa tahun ke depan. Dengan langkah percepatan ini, produksi dokter spesialis diharapkan dapat mencapai 10.000 hingga 20.000 per tahun.“Transformasi kesehatan yang kita lakukan bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas. Kita ingin dokter spesialis Indonesia diakui secara global,” kata Budi.Menko Pratikno dan Menkes Budi optimistis bahwa kolaborasi internasional dan standardisasi global akan mempercepat reformasi pendidikan dokter spesialis di Indonesia, sekaligus meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan nasional. (R)