Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Menko PMK Tekankan Standar Global untuk Pendidikan Dokter Spesialis Indonesia

EM Bukit MKes - Rabu, 03 September 2025 12:16 WIB
Menko PMK Pratikno bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan jajaran meluncurkan program reformasi pendidikan dokter spesialis dalam The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025 di Hotel Raffles Jakarta,
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa reformasi pendidikan dokter spesialis di Indonesia tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah tenaga medis, tetapi juga pada kualitas yang sesuai dengan standar global.Pratikno menyebut penerapan dual track system atau dua jalur pendidikan berbasis universitas dan rumah sakit dapat saling melengkapi untuk meningkatkan kapasitas pendidikan kedokteran.“Ini bukan kompetisi, tapi complementary. Justru dengan dua jalur ini kapasitas kita bisa meningkat, asal tetap berpegang pada standar internasional,” ujarnya dalam The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025, Rabu di Hotel Raffles Jakarta.Ia menekankan pentingnya joint standardisation agar mutu lulusan dokter spesialis Indonesia diakui secara internasional.“Kualitas itu tidak bisa ditawar, mau berbasis universitas atau rumah sakit, keduanya harus mengikuti standar universal. Itu sebabnya kita perlu standardisasi internasional yang kuat,” tambahnya.Lebih jauh, Pratikno menegaskan reformasi pendidikan dokter spesialis juga harus mencetak peneliti dan inovator di bidang kesehatan.“Kita ingin pendidikan ini melahirkan medical innovators dan bahkan medical inventors. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tapi juga produsen pengetahuan medis,” tegasnya.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam produksi dokter spesialis dibandingkan negara lain. Saat ini, Indonesia hanya mampu mencetak sekitar 2.700 dokter spesialis per tahun melalui 26 rumah sakit pendidikan.Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Kementerian Kesehatan menargetkan peningkatan jumlah rumah sakit pendidikan menjadi 300–500 dalam beberapa tahun ke depan. Dengan langkah percepatan ini, produksi dokter spesialis diharapkan dapat mencapai 10.000 hingga 20.000 per tahun.“Transformasi kesehatan yang kita lakukan bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas. Kita ingin dokter spesialis Indonesia diakui secara global,” kata Budi.Menko Pratikno dan Menkes Budi optimistis bahwa kolaborasi internasional dan standardisasi global akan mempercepat reformasi pendidikan dokter spesialis di Indonesia, sekaligus meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan nasional. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Rektor USU: Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci Sukses Mahasiswa

Kesehatan

Run for Independence Day 2026 Meriahkan HUT ke-81 RI, 2.000 Peserta Ikuti Fun Run dan Fun Walk

Kesehatan

HUT ke-75 IBI, Pemkab Taput Tegaskan Peran Strategis Bidan Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Kesehatan

KPK dan MA Perkuat Integritas Aparatur Peradilan, 33 Hakim Pernah Terjerat Korupsi

Kesehatan

Pemko Medan Perkuat Penanganan TBC, 100 Warga Sei Mati Jalani Pemeriksaan

Kesehatan

Patroli Humanis di Ilaga, Polisi Berbagi Makanan Ringan dengan Anak-anak Papua