Bandung (buseronline.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan target ambisius pemerintah daerah untuk mewujudkan zero new stunting pada tahun 2025.Pernyataan tersebut disampaikan Herman saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Barat bersama perwakilan 27 kabupaten/kota di Gedung Sate, Bandung, Rabu.“Target kita jelas: tidak boleh ada lagi kasus stunting baru di Jawa Barat. Zero new stunting. Itu akan kita eksekusi dengan langkah-langkah konkret dan terukur,” tegas Herman.Menurutnya, strategi percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara komprehensif, mencakup periode sebelum kelahiran hingga tumbuh kembang anak. Untuk ibu hamil, ia menekankan pentingnya konsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, serta pemenuhan gizi dengan menekankan protein hewani.Sementara pada fase pasca kelahiran, perhatian diarahkan pada pemenuhan hak bayi dan balita, mulai dari pemberian ASI eksklusif bagi bayi 0–6 bulan, dilanjutkan dengan ASI hingga 24 bulan yang disertai makanan pendamping bergizi.“Pemenuhan gizi dan pola asuh yang sehat adalah kunci tumbuh kembang anak secara optimal. Itu tanggung jawab kita semua. Dengan kerja sama yang solid, Insya Allah target zero new stunting di Jawa Barat dapat tercapai,” ujarnya.Rakor TPPS ini juga menjadi forum konsolidasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menekan prevalensi stunting di Jawa Barat, sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk mewujudkan generasi emas bebas stunting. (R)