Gorontalo (buseronline.com) - Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, memberikan apresiasi atas kinerja Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas 1 Gorontalo dalam kunjungannya ke Provinsi Gorontalo, Rabu.Sekjen Kunta memuji keindahan alam Gorontalo sekaligus perhatian tinggi pemerintah daerah terhadap sektor kesehatan. “Gorontalo menurut saya sangat luar biasa. Alamnya dan juga concern dari pemangku daerah terhadap kesehatan sangat tinggi,” ujarnya.Dalam kunjungan tersebut, Sekjen Kunta meninjau BKK Kelas 1 Gorontalo dan bertemu Kepala BKK, Suprapto. Ia menilai BKK telah menunjukkan kualitas layanan yang baik, bersih, serta telah meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan kini berupaya menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).“Di sini saya melihat BKK ini sangat bagus. Terima kasih atas kerja keras dan upaya dari teman-teman semua untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” tuturnya. Namun, ia mengingatkan agar fokus bukan hanya pada predikat birokrasi, tetapi pada pelayanan nyata kepada masyarakat. “Yang penting adalah masyarakat mendapatkan layanan yang lebih baik sebelum dan sesudah BKK Gorontalo menjadi WBBM,” tegasnya.Kepala BKK Kelas 1 Gorontalo, Suprapto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengikuti proses pengusulan WBBM namun belum berhasil tahun ini. Ia menyebutkan persaingan semakin ketat dan standar penilaian terus meningkat.BKK Gorontalo kini menjadi Finalis Kelompok Replikasi Kategori Transformasi Digital Pelayanan Publik KIPP 2025 melalui fitur layanan vaksinasi internasional ‘Layito’ pada aplikasi SI BINTHE (Sistem Berbasis Informasi Terintegrasi Health Quarantine).“SI BINTHE menjadi salah satu inovasi unggulan yang membantu kami meningkatkan pelayanan dan digitalisasi proses karantina kesehatan,” kata Suprapto.BKK Kelas 1 Gorontalo mencatat sejumlah fokus perbaikan, termasuk peningkatan capaian Survei Persepsi Anti Korupsi (SPAK) dan Survei Persepsi Kualitas Pelayanan (SPKP) hingga melampaui batas minimal WBBM, tindak lanjut hasil pengawasan tepat waktu 100%, penguatan budaya kerja sesuai nilai BerAKHLAK, serta pelayanan prima agar inovasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Selain itu, pendokumentasian bukti evidence disusun lengkap sesuai format LKE Zona Integritas, rencana aksi percepatan ditetapkan dengan target triwulanan, keterlibatan pemangku kepentingan eksternal ditingkatkan, dan tim Zona Integritas internal diperkuat dengan pembagian peran jelas dan mekanisme monitoring rutin. Simulasi penilaian mandiri dijalankan sebelum evaluasi resmi untuk mengidentifikasi kesenjangan lebih awal.Suprapto menambahkan inovasi lain yang diterapkan BKK Gorontalo, antara lain Publikasi Data Kinerja Tahunan (PDKT) dan Absensi Online (ABON). Ia menegaskan, target WBBM bukan sekadar predikat, tetapi upaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.“Target WBBM adalah bukti komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan memanfaatkan inovasi demi kesejahteraan masyarakat,” tutup Suprapto. (R)