Karawang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Karawang memaparkan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting kepada Tim Penilaian Kinerja Provinsi Jawa Barat secara daring, di Command Center Bale Prasuti Singaperbangsa, Rabu.Delapan aksi tersebut mencakup:1. Data cakupan layanan2. Perencanaan dan penganggaran3. Rembug stunting kabupaten4. Regulasi percepatan penurunan stunting (PPS) di daerah5. Peningkatan kapasitas kader6. Manajemen data PPS7. Pengukuran dan publikasi PPS8. Realisasi anggaran dan rencanaAsisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asep Hazar, menekankan fokus pemerintah daerah untuk menurunkan prevalensi stunting dan mencegah kasus baru melalui intervensi bagi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan balita pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).“Pemerintah daerah berfokus untuk menurunkan prevalensi stunting dan mencegah terjadinya kejadian stunting baru melalui intervensi untuk remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan balita 1000 HPK,” ujar Asep Hazar.Beberapa program dan kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain:Leuit Kacinta: Layanan edukasi dan intervensi makanan bagi ibu hamil dan balitaSADARI: Program pemberian 2 butir telur setiap hari bagi sasaran stunting, bekerja sama dengan Apindo dan Karawang International Industrial City (KIIC)Pendampingan dan pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantinPertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)Penyediaan air bersih dan sanitasi bagi rumah tanggaGerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan)“Komitmen kami dalam menurunkan stunting sangat tinggi. Dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada, kami berharap angka stunting di Kabupaten Karawang bisa terus mengalami penurunan secara signifikan,” ujar Asep Hazar. (R)