Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Saka Bakti Husada Gelar Orientasi Bantuan Hidup Dasar di HUT ke-40

EM Bukit MKes - Kamis, 24 Juli 2025 07:21 WIB
Seorang anggota Pramuka Saka Bakti Husada (SBH) mempraktikkan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dengan teknik resusitasi jantung paru (RJP) pada manekin, didampingi instruktur dari Kementerian Kesehatan RI, dalam kegiatan Orientasi BHD di Auditorium Siwabessy, Ja
Jakarta (buseronline.com) - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-40, Saka Bakti Husada (SBH) menggelar kegiatan Orientasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi anggota Pramuka SBH dari 10 provinsi. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring dan daring di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan RI, Selasa.Wakil Menteri Kesehatan RI Prof Dante Saksono Harbuwono, selaku Wakil Majelis Pembimbing Saka Bakti Husada Tingkat Nasional, menegaskan pentingnya keterampilan dasar kegawatdaruratan yang harus dimiliki Pramuka, seperti resusitasi jantung paru, pembidaian pada luka patah tulang, dan teknik transportasi pasien.“Ini adalah kecakapan yang seharusnya dimiliki oleh Pramuka sebagai inisiator di tengah masyarakat. Kita tidak berharap pelatihan ini harus digunakan, tetapi jika memang dibutuhkan, Pramuka bisa menjadi tulang punggung masyarakat dalam kondisi darurat,” ujar Prof Dante.Ia juga menekankan bahwa kemampuan dasar kegawatdaruratan bukanlah milik eksklusif tenaga medis. “Sebagai dokter, saya pernah menolong pasien di luar rumah sakit, bahkan di dalam pesawat. Ini kemampuan yang harus dikuasai masyarakat luas. Karena itu, saya mendorong agar peserta pelatihan diberikan tanda kecakapan khusus,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes juga memberikan apresiasi kepada Balai Kesehatan Kelautan (BKK) Kendari yang telah menjadi pangkalan SBH tergiat selama tiga tahun berturut-turut. “Semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi pangkalan lainnya,” ucapnya.Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemenkes yang juga Pimpinan Saka Bakti Husada Nasional, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa usia ke-40 adalah usia yang matang bagi SBH untuk semakin berperan aktif dalam mendukung transformasi kesehatan nasional.“Anggota SBH harus menjadi pelopor hidup bersih dan sehat, bukan hanya saat bencana, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi bantuan hidup dasar sangat penting,” tutur Kunta.Ia juga mendorong para anggota SBH untuk menjadi agen perubahan dimulai dari lingkup terkecil. “Ajak keluarga periksa kesehatan, ajak teman berolahraga. Semua penyakit bisa dicegah jika diketahui sejak dini,” pesannya.Kegiatan orientasi BHD ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 tentang Ketahanan Kesehatan. Sesi teori dimulai sejak Sabtu (19/7/2025), sedangkan sesi praktik digelar serentak pada Selasa (22/7/2025) di 10 provinsi.Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI, Agus Jamaludin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar peserta mampu merespons kegawatdaruratan seperti henti jantung mendadak, stroke, dan kehilangan kesadaran. “Tindakan sederhana seperti napas buatan atau menelepon 119 bisa menyelamatkan nyawa. Ini bagian dari ibadah,” ujarnya.Orientasi BHD ini diikuti lebih dari 1.480 peserta, dengan sekitar 150 peserta hadir langsung di Jakarta, dan 1.330 peserta mengikuti secara daring dari 10 provinsi. Dalam pelaksanaannya, Kemenkes bekerja sama dengan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) sebagai mitra instruktur.Hingga kini, pelatihan BHD yang difasilitasi oleh Pusat Krisis Kesehatan telah menjangkau lebih dari 10.400 peserta dari berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah dan kegiatan publik seperti Car Free Day.Ketua Harian Pimpinan SBH Tingkat Nasional sekaligus Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Elvieda Sariwati, menyampaikan bahwa peringatan ke-40 SBH tahun ini mengangkat tema “Saka Bakti Husada: Satu Tekad Aksi Nyata Sehatkan Indonesia.”Rangkaian peringatan telah berlangsung sejak Juni 2025 dengan berbagai kegiatan seperti pelatihan Pertolongan Pertama bagi Luka Psikologis (P3LP), penilaian pangkalan tergiat, tantangan 40.000 langkah yang berhasil mencatatkan 3,3 juta langkah oleh 214 peserta, dan Biblio Battle untuk meningkatkan literasi anggota SBH.Selain orientasi BHD, kegiatan akan berlanjut dengan edukasi pemanfaatan obat bahan alam (23 Juli) dan latihan bersama nasional Krida P2 yang dijadwalkan pada 7 Agustus mendatang.“Selama 40 tahun, SBH telah menjadi mitra strategis dalam memperluas jangkauan edukasi dan pelayanan kesehatan. Aksi nyata sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat sehat, mulai dari keluarga sendiri,” tutup Kunta. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Kesehatan

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Kesehatan

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Kesehatan

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Kesehatan

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara

Kesehatan

Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur