Banyuwangi (buseronline.com) - Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) dari Polresta Banyuwangi memberikan pendampingan psikologis kepada korban selamat tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya.Pendampingan dilakukan melalui program trauma healing yang digelar di Posko Ketapang, Kamis.Program ini merupakan bentuk dukungan emosional kepada para penyintas, terutama perempuan dan anak-anak yang mengalami syok akibat peristiwa tersebut.Salah satu Polwan pendamping, Brigadir Putri Anita, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat humanis, mulai dari mengajak berbicara, mendengarkan keluhan, hingga memberikan motivasi kepada para korban.“Kami ingin memastikan bahwa para korban tidak hanya selamat secara fisik, tapi juga pulih secara psikis,” ujar Brigadir Anita.Ia menambahkan, pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung proses pemulihan menyeluruh para korban selamat.Respons positif datang dari keluarga korban yang mengapresiasi kehadiran para Polwan. Pendekatan yang lembut dan penuh empati dinilai mampu mengurangi tekanan emosional para penyintas.Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Teguh Priyo Wasono mengatakan bahwa keterlibatan Polwan dalam proses trauma healing merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pendampingan menyeluruh kepada masyarakat.“Kami juga membuka jalur komunikasi dengan keluarga korban dan memastikan informasi yang disampaikan valid, cepat, dan empatik. Harapan kami, proses ini bisa memberikan kepastian dan ketenangan bagi keluarga yang menanti,” ungkap AKBP Teguh.Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya masih menyisakan duka mendalam, dan proses evakuasi serta pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan. (R)