Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

PMI Resmikan Fasilitas Sanitasi Komunal di Pamekasan untuk Dukung Penanggulangan Polio

EM Bukit MKes - Kamis, 03 Juli 2025 07:19 WIB
Warga RT 01/RW 01 Kelurahan Barurambat Kota, Kabupaten Pamekasan, berfoto di depan fasilitas sanitasi komunal yang baru diresmikan oleh PMI, Rabu (25/6/2025).
Pamekasan (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) meresmikan fasilitas sanitasi berupa MCK dan septic tank komunal di RT 01/RW 01, Kelurahan Barurambat Kota, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (25/6/2025).Fasilitas ini dibangun sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit polio, menyusul temuan kasus positif Polio tipe VDPV2 di Kabupaten Pamekasan dan Sampang pada akhir 2023.Pembangunan sarana sanitasi ini merupakan bagian dari Program Respons Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio yang digagas PMI Pusat, dengan dukungan dari Australian Red Cross melalui pendanaan Contingency Fund dari IFRC Kantor Jakarta.Tak hanya di Pamekasan, program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Sampang dan Bangkalan. Selain pembangunan MCK dan septic tank komunal, kegiatan yang berlangsung sejak Maret 2024 hingga Juni 2025 ini juga mencakup edukasi kesehatan, kampanye imunisasi, surveilans berbasis masyarakat untuk deteksi Lumpuh Layu Akut, dan penguatan akses sanitasi.Adapun rincian fasilitas sanitasi yang dibangun mencakup:Kabupaten Bangkalan: 2 MCK komunal baru dan 1 unit perbaikan MCK,Kabupaten Sampang: 7 MCK komunal di empat desa, yakni Kedungdung, Madupat, Banjar Tabuluh, dan Rong Dalem,Kabupaten Pamekasan: 1 MCK komunal, 1 septic tank komunal, dan perbaikan 11 unit MCK.Peresmian di Pamekasan turut dihadiri oleh Camat Pamekasan, BPBD, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosial, PMI Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan PMI dari Kabupaten Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosial, Prof Fachmi Idris mengatakan pembangunan fasilitas ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan.“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa polio adalah penyakit yang dapat dicegah. Dengan meningkatkan sanitasi dan mengedukasi masyarakat, kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas penyakit,” ujarnya.Sementara itu, Camat Pamekasan, Dr Rahmat Kurniadi Suroso SSos MSi mengapresiasi hadirnya fasilitas sanitasi tersebut yang dinilai sangat strategis dan mendukung kebersihan lingkungan.“Bantuan ini semakin memperkuat semangat warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Apalagi sejak 2018, Pamekasan telah dinyatakan bebas buang air besar sembarangan,” jelasnya.Warga setempat, Faridatul Jannah, juga menyambut baik program tersebut. “Program ini membantu kami bukan hanya memperbaiki MCK kami, tapi juga mendorong kami untuk berlaku lebih sehat,” tuturnya.Program ini dilaksanakan secara partisipatif dan berbasis swakelola, dengan pelibatan aktif masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan hingga pengawasan.Masyarakat turut berkontribusi melalui hibah lahan, gotong royong tenaga kerja, serta komitmen dalam merawat fasilitas yang telah dibangun.PMI berharap, fasilitas sanitasi ini dapat menjadi contoh praktik baik nasional dalam upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan serta meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemenkes Kirim Bantuan Logistik Kesehatan untuk Korban Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kesehatan

Maroko Gilas Kanada 3-0, Singa Atlas Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Kesehatan

APBN Jawa Tengah Tetap Terjaga, Menkeu Purbaya Tinjau Program Prioritas Pemerintah di Semarang

Kesehatan

Prancis Singkirkan Paraguay 1-0, Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Kesehatan

Timnas Indonesia U-17 Ditahan Imbang Malaysia 1-1 pada Debut David Nascimento

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Program Bilingual untuk Murid Tuli