Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

PKK Jateng Soroti Pentingnya Komunikasi Orang Tua-Anak untuk Cegah Gangguan Mental Remaja

EM Bukit MKes - Selasa, 01 Juli 2025 07:25 WIB
Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati bersama peserta seminar “Kesehatan Mental Remaja” berpose usai acara di Universitas Semarang (USM), Senin (30/6/2025).
Semarang (buseronline.com) - Rendahnya kualitas komunikasi antara orang tua dan anak menjadi sorotan dalam seminar “Kesehatan Mental Remaja” yang digelar di Universitas Semarang (USM), Senin.Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Ema Rachmawati menekankan bahwa perbedaan pola pikir dan cara berkomunikasi bisa membuat anak, khususnya remaja, menarik diri dari lingkungan sosial dan berisiko mengalami gangguan mental.Ema memaparkan hasil poling yang dilakukan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jawa Tengah terhadap 20.000 responden. Hasilnya menunjukkan hanya 20 persen anak yang merasa nyaman berkomunikasi dengan orang tuanya, sementara sebagian besar lebih memilih berbagi cerita dengan teman sebaya.“Komunikasi orang tua sering kali cenderung memberi label negatif dan menghakimi. Ini menyebabkan anak-anak tidak memiliki figur yang tepat untuk mencurahkan permasalahan mereka, dan hal ini sangat memengaruhi kondisi mental mereka,” ujar Ema.Menanggapi hal tersebut, PKK Jawa Tengah menggencarkan program Pola Asuh Anak dan Remaja dengan Cinta Kasih Sayang di Era Digital atau Paaredi.Program ini bertujuan mengubah pendekatan orang tua dalam mendidik dan membina hubungan dengan anak di tengah era digital yang penuh tantangan.“Langkah pertama adalah mendengarkan anak dengan sungguh-sungguh. Jangan langsung membuat simpulan, ajak mereka berdiskusi agar tumbuh empati, dan akhirnya membangun bonding yang kuat antara anak dan orang tua,” jelas Ema.Ketua Majelis Himpunan Psikologi Jawa Tengah, Prof Dr Hardani Widhiastuti yang turut hadir sebagai narasumber, turut menguatkan pentingnya peran komunikasi dalam menjaga kesehatan mental remaja. Ia mengatakan, komunikasi yang baik bisa menjadi jalan keluar dari berbagai tekanan yang dialami remaja dalam kehidupan sosialnya.“Awali dengan komunikasi, lanjutkan dengan empati—baik dari orang tua maupun dari anak. Untuk menjaga keseimbangan emosi, dorong anak terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif,” terang Hardani yang juga merupakan dosen Fakultas Psikologi USM.Seminar ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat terhadap pentingnya pola komunikasi yang sehat dalam mendukung tumbuh kembang mental anak dan remaja, khususnya di era digital yang serba cepat dan kompetitif. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an

Kesehatan

Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital

Kesehatan

FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya

Kesehatan

Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga

Kesehatan

KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara

Kesehatan

TP PKK Medan Ajak Anak Biasakan Cuci Tangan Pakai Sabun