Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kemenkes Percepat Skrining Kesehatan 53 Juta Siswa Mulai Juli 2025

EM Bukit MKes - Selasa, 01 Juli 2025 07:17 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (tengah) dan jajaran kementerian terkait memimpin rapat koordinasi percepatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa sekolah, di Jakarta.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) akan mempercepat pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menyasar lebih dari 53 juta siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia.Program ini akan dimulai pada Juli 2025 dan dilaksanakan di lebih dari 282 ribu sekolah dan madrasah.Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program CKG merupakan satu dari tiga program prioritas Presiden RI selain pembangunan 66 rumah sakit di daerah terpencil dan percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC).“CKG ini sudah diluncurkan pertama kali pada 3 Februari 2025, dan sampai saat ini sudah mencapai 11 juta siswa yang telah diskrining,” kata Menkes dalam Rapat Koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri.Secara nasional, program CKG menargetkan total 280 juta pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan melalui dua jalur utama, yakni di Puskesmas dan di sekolah.“Pelaksanaan di sekolah lebih logis secara logistik karena lokasinya tetap dan tidak berpindah-pindah,” ujarnya.Paket pemeriksaan akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing siswa dan mencakup aspek kesehatan fisik serta kesehatan jiwa. Menkes menegaskan bahwa kesehatan jiwa menjadi perhatian serius karena banyak kasus yang tidak terdeteksi sejak dini.“Di SD, SMP, dan SMA tesnya beda-beda. Ada pemeriksaan fisik, juga kesehatan jiwa. Ini penting karena gangguan mental cukup tinggi di kalangan pelajar dan sering tidak teridentifikasi,” jelas Budi.Saat ini, program CKG telah menjangkau 200 ribu pemeriksaan per hari. Menkes optimistis jumlah ini akan meningkat seiring dimulainya pelaksanaan di sekolah.“Kalau kita bisa menjangkau setengah dari total siswa, program ini bisa selesai dalam tiga bulan ke depan,” katanya.Provinsi Jawa Tengah tercatat sebagai daerah dengan capaian skrining tertinggi, disusul Jawa Timur dan Jawa Barat. Menkes berharap capaian di Jawa Barat juga bisa meningkat agar mendorong angka nasional.Kemenkes telah melaksanakan simulasi teknis sejak Juni 2025 dan melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.Pelaksanaan di sekolah akan melibatkan dua pilar layanan kesehatan, yaitu Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Kedua pihak akan berkolaborasi dalam menyediakan alat pemeriksaan.“Sebagian alat disiapkan oleh Puskesmas, sebagian lagi oleh UKS. Ke depan, UKS akan kita revitalisasi agar dapat berfungsi optimal sebagai sarana edukasi kesehatan di sekolah,” kata Menkes.Ia berharap program ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk pola hidup sehat sejak dini di kalangan pelajar.“Mudah-mudahan ini bisa menjadi momen menggugah kesadaran hidup sehat dari usia dini,” pungkasnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Rektor USU: Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci Sukses Mahasiswa

Kesehatan

Run for Independence Day 2026 Meriahkan HUT ke-81 RI, 2.000 Peserta Ikuti Fun Run dan Fun Walk

Kesehatan

HUT ke-75 IBI, Pemkab Taput Tegaskan Peran Strategis Bidan Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Kesehatan

KPK dan MA Perkuat Integritas Aparatur Peradilan, 33 Hakim Pernah Terjerat Korupsi

Kesehatan

Pemko Medan Perkuat Penanganan TBC, 100 Warga Sei Mati Jalani Pemeriksaan

Kesehatan

Patroli Humanis di Ilaga, Polisi Berbagi Makanan Ringan dengan Anak-anak Papua