Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Indonesia Pimpin KTT Asia Pasifik, Tegaskan Komitmen Eliminasi Malaria 2030

EM Bukit MKes - Sabtu, 21 Juni 2025 07:13 WIB
Para pemimpin dan delegasi negara peserta berfoto bersama dalam pembukaan 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination di Bali.
Bali (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Asia Pacific Leaders Malaria Alliance (APLMA) sukses menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin Asia Pasifik ke-9 untuk Eliminasi Malaria pada 16-17 Juni 2025 di Bali.Kegiatan ini mengangkat tema “Unity in Action, Towards Zero Malaria”, dengan tujuan memperkuat komitmen bersama menuju eliminasi malaria di kawasan Asia Pasifik pada tahun 2030.Lebih dari 250 peserta hadir dalam pertemuan ini, termasuk para Menteri Kesehatan, pemimpin politik, pakar teknis, serta perwakilan institusi kesehatan global dari lebih dari 20 negara.KTT ini dipimpin Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan menghadirkan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga menjabat sebagai Special Advisor APLMA, sebagai pembicara kunci.Dalam pidatonya, Yudhoyono menekankan pentingnya kerja sama regional sebagai kunci sukses eliminasi malaria. “Ini bukan sekadar pertemuan, tapi penegasan komitmen kolektif. Kita memiliki keahlian, inovasi, dan momentum untuk menyelamatkan nyawa dan melindungi komunitas,” tegasnya.Delegasi tingkat tinggi hadir dari berbagai negara, termasuk Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Timor-Leste, Vanuatu, Pakistan, Bangladesh, India, Malaysia, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Inggris. Tokoh kesehatan dunia juga turut berpartisipasi, seperti Dr Saia Ma’u Piukala (Direktur Regional WHO), Dr Lucas De Toca (DFAT Australia), Christopher Elias (Gates Foundation), dan Peter Sands (The Global Fund).Menteri Budi menyampaikan bahwa Indonesia terus memperkuat upaya eliminasi melalui peluncuran inisiatif Indonesia’s Call to End Malaria Initiative (ICMI), yang mendorong keterlibatan lintas sektor.“Malaria bukan sekadar isu kesehatan, ini adalah isu pembangunan. Dibutuhkan kolaborasi semua sektor, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.Salah satu langkah nyata adalah pelaksanaan Forum Tingkat Tinggi Papua yang dipimpin Menteri Budi dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, bersama para gubernur Papua.Forum ini menghasilkan Komitmen Gubernur serta pembentukan Konsorsium Malaria Papua, untuk memperkuat kepemimpinan daerah dan koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan malaria.Indonesia dan Papua Nugini juga menandatangani Rencana Aksi Bersama Bilateral, guna memperkuat kerja sama lintas batas secara setara dan saling menguntungkan.Summit turut mencatat perkembangan Inisiatif EDEN, program regional lima negara dengan beban tinggi malaria dan menyepakati strategi mobilisasi sumber daya untuk wilayah endemis.Dalam penutupan, Menteri Budi meluncurkan Chairman’s Statement, yang memuat hasil-hasil utama KTT dan komitmen baru untuk memperkuat aksi nasional, mobilisasi pendanaan berkelanjutan, serta penanganan isu strategis seperti resistensi obat, malaria zoonosis, dan dampak perubahan iklim.Dengan waktu hanya tersisa lima tahun menuju target eliminasi malaria 2030 dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), KTT ini menjadi tonggak penting dalam menyatukan langkah negara-negara Asia Pasifik menuju kawasan bebas malaria. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Densus 88 Gelar Kampanye Cegah Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di CFD Makassar

Kesehatan

Pemprov Jateng Petakan Peran Rumah Sakit Daerah, Tak Lagi Fokus Kejar Klasifikasi

Kesehatan

Profil Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar, Peraih Adhi Makayasa Akpol 1994

Kesehatan

Pertamina Tuntaskan Penataan 31 Entitas Anak Usaha pada Semester I 2026

Kesehatan

Pertamina Salurkan 200 Paket Bantuan Pendidikan untuk Siswa Prasejahtera di Banyuwangi

Kesehatan

Kemendikdasmen Luncurkan SPMB PJJ 2026, Upaya Kembalikan Jutaan Anak Tidak Sekolah