Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan bahwa proses kepulangan jemaah haji ke Tanah Air telah dimulai sejak 11 Juni 2025.Pada gelombang pertama, sebanyak delapan kelompok terbang (kloter) diberangkatkan dari Bandara Madinah dan 258 kloter dari Bandara Jeddah. Sedangkan gelombang kedua akan mencakup 259 kloter yang dijadwalkan pulang melalui Bandara Madinah.Fase pemulangan ini menjadi salah satu periode paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Di tengah padatnya aktivitas bandara internasional, Tim Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Bandara hadir dengan kesiapsiagaan penuh, memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam dengan sistem kerja dua shift.Kepala Seksi Kesehatan Daker Bandara, dr Aulianto Danu Jatmiko menjelaskan bahwa tim yang dipimpinnya terdiri dari 19 personel yang terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, apoteker, dan tenaga kesehatan lainnya.Mereka bertugas secara bergiliran selama masa kepulangan jemaah dari Arab Saudi ke Indonesia.“Kami menyadari bahwa jadwal penerbangan jemaah bisa terjadi kapan saja, siang ataupun malam. Oleh karena itu, kami harus memastikan bahwa ada tim yang siap siaga 24 jam untuk melayani jemaah, tanpa terkecuali,” ujar dr Aulianto.Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kondisi jemaah sebelum keberangkatan untuk memastikan mereka dalam kondisi layak terbang, khususnya bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.Tim juga siap menangani kasus-kasus kegawatdaruratan dengan memberikan pertolongan pertama dan, jika diperlukan, merujuk pasien ke fasilitas kesehatan melalui layanan ambulans.Selain layanan medis, tim juga menyediakan konsultasi dan edukasi kesehatan untuk membantu jemaah dalam menjaga kebugaran serta penggunaan obat-obatan pribadi mereka.Obat-obatan dasar, seperti obat flu, batuk, dan mual, disediakan sesuai kebutuhan.Dalam pelaksanaan tugasnya, Tim Kesehatan Daker Bandara juga berkoordinasi erat dengan Daker Bandara PPIH Arab Saudi dan Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK), terutama dalam menangani jemaah dengan risiko tinggi (risti) serta kelompok rentan.Tim juga terlibat aktif dalam pelaksanaan program Tanazul, yaitu pemulangan jemaah lebih awal dari jadwal kloter asal karena pertimbangan medis atau faktor lainnya.Semangat pengabdian menjadi landasan utama para petugas kesehatan dalam menjalankan tugas mulianya.“Kami adalah bagian dari ibadah mereka, memastikan mereka bisa menyelesaikan rukun Islam kelima ini dengan sempurna hingga kembali ke keluarga,” tambah dr Aulianto.Kehadiran Tim Seksi Kesehatan Daker Bandara menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan dan ketenangan jemaah selama proses kepulangan.Bukan hanya memberikan layanan medis, tetapi juga menjadi garda depan dalam menjaga kesehatan jemaah agar mereka bisa kembali ke Tanah Air dengan selamat, sehat, dan bahagia. (R)