Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Gangguan Kesehatan Jiwa Ancam Jemaah Haji, Lansia Paling Rentan

EM Bukit MKes - Jumat, 13 Juni 2025 07:17 WIB
Petugas kesehatan menangani seorang jemaah haji lansia yang mengalami gangguan kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, Arab Saudi.
Madinah (buseronline.com) - Ibadah haji yang merupakan puncak spiritual umat Islam ternyata membawa tantangan tersendiri bagi sebagian jemaah, khususnya dalam aspek kesehatan jiwa.Perubahan lingkungan yang drastis, tekanan fisik, dan kondisi mental yang menantang dapat memicu gangguan psikologis, terutama pada jemaah lansia.Berdasarkan data yang disampaikan dr Kusufia Mirantri SpKJ, Spesialis Kedokteran Jiwa di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, sebanyak 82,05% jemaah tergolong berisiko tinggi mengalami masalah kesehatan jiwa, dengan lebih dari 50% di antaranya merupakan lansia.“Banyak dari mereka memiliki kerentanan sejak di Tanah Air dan mengalami kesulitan beradaptasi. Situasi di sini sangat penuh tekanan, terutama setelah menyelesaikan puncak ibadah haji,” ujar dr Kusufia, seperti dilansir dari laman Sehat Negeriku.Ia menjelaskan bahwa berbagai bentuk gangguan seperti stres, gangguan penyesuaian, hingga demensia ringan dapat muncul atau memburuk saat pelaksanaan haji.Gejalanya antara lain gangguan tidur, kecemasan berlebihan, dan gejala psikosomatis. Bahkan, jemaah yang menderita Alzheimer berisiko mengalami kekambuhan apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan konsisten.Dalam kondisi tersebut, kehadiran pendamping sangat vital. Baik ketua regu, ketua rombongan, maupun teman sekamar diharapkan mampu memberikan dukungan bukan hanya secara fisik, tetapi juga emosional dan psikologis.“Pendamping bukan hanya perlu membantu berjalan atau mengingatkan minum obat, tetapi harus siap memberikan ketenangan dan penguatan batin,” jelas dr Kusufia.Beberapa pedoman yang disarankan bagi para pendamping antara lain:Bersikap sabar dan tidak mudah frustrasi menghadapi jemaah yang sering bingung atau mengulang pertanyaan.Berkomunikasi dengan empati, menggunakan kalimat sederhana, nada suara lembut, dan menghindari pertanyaan yang bisa memicu rasa malu.Menjaga rutinitas harian serta memastikan jemaah selalu berada dalam pengawasan, terutama di tempat ramai.Menghindari konfrontasi saat jemaah mengalami agitasi, dan sebaliknya mengalihkan perhatian ke aktivitas menenangkan seperti mendengarkan selawat.Memastikan kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan istirahat terpenuhi, serta pemberian obat-obatan dilakukan sesuai jadwal.Selain mendampingi jemaah, para pendamping juga diimbau untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tidak ragu meminta bantuan bila kewalahan, serta menjalin koordinasi dengan tim kesehatan haji jika menemui tanda-tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis segera.Lingkungan berhaji yang asing, padat, dan penuh tekanan diketahui dapat memperburuk kondisi mental bagi jemaah yang rentan. Disorientasi, kebingungan, hingga perilaku tidak terkontrol kerap terjadi, dan bisa membahayakan keselamatan jemaah maupun kelancaran ibadah.Karena itu, kesiapan mental dan kapasitas empatik para pendamping menjadi tulang punggung utama dalam upaya perlindungan jemaah."Kami berharap semua pihak, termasuk keluarga di rumah, memahami bahwa haji bukan hanya ujian fisik dan spiritual, tetapi juga mental. Dukungan menyeluruh sangat dibutuhkan agar jemaah, khususnya lansia, dapat menjalani ibadah dengan tenang dan selamat," pungkas dr Kusufia. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Tujuh Tantangan Mengadang Perbankan Indonesia Menuju 2027

Kesehatan

Bupati Taput Hadiri Pembukaan Sinode Godang ke-68 HKBP di Sipoholon

Kesehatan

Bupati Taput Ikuti Program “Jaksa Sahabat Pendidik”

Kesehatan

Wabup Taput Dampingi Menkop RI Beri Kuliah Umum di UNITA, Dorong Generasi Muda Manfaatkan Koperasi

Kesehatan

Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak

Kesehatan

Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi