Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban secara langsung di lingkungan internal kementerian yang dipusatkan di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Sabtu. Dalam kegiatan ini, disembelih sebanyak sembilan ekor sapi dan sembilan ekor kambing, termasuk satu ekor sapi kurban dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda menyampaikan bahwa seluruh proses penyembelihan telah memenuhi ketentuan teknis dan kaidah kesehatan serta kesejahteraan hewan."Seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih) oleh petugas kami," jelas Agung.Ia juga memastikan bahwa fasilitas penyembelihan yang digunakan di Masjid Nurul Iman telah memenuhi standar yang ditetapkan. “Tempat pemotongan di sini sudah cukup baik dari sisi fasilitas dan prosedur. Ini penting untuk memastikan daging kurban yang dibagikan aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),” ujarnya.Daging hasil penyembelihan didistribusikan kepada para penerima pada hari yang sama, terutama kepada petugas kebersihan, tenaga keamanan, dan pekerja taman yang bekerja di lingkungan Kementerian Pertanian. Setiap penerima mendapatkan sekitar 1,5 kilogram daging kurban.Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Nuryani Zainuddin turut menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh dalam pelaksanaan kurban, tidak hanya dari aspek kesehatan hewan, tetapi juga dari sisi kebersihan lingkungan dan penanganan daging.“Kami mengingatkan seluruh panitia kurban untuk memperhatikan kebersihan alat, penggunaan air bersih, dan proses distribusi daging agar tidak terkontaminasi. Hal ini penting untuk mencegah risiko penyakit zoonosis dan menjamin keamanan pangan,” ujarnya.Lebih lanjut, Nuryani menyampaikan bahwa edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya penyembelihan yang higienis dan sesuai syariat akan terus digencarkan oleh Kementerian Pertanian.Kementan menegaskan bahwa pelaksanaan kurban bukan hanya ibadah dan bentuk solidaritas sosial, melainkan juga merupakan sarana edukasi publik mengenai pentingnya tata cara penyembelihan hewan yang memenuhi aspek syariat dan standar kesehatan.“Kami ingin memberikan contoh baik dalam pelaksanaan kurban yang benar dan bertanggung jawab,” tutup Agung.Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertanian dalam menjaga kesehatan hewan, menjamin keamanan pangan asal hewan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya prosedur pemotongan hewan yang tepat, sesuai dengan ketentuan agama dan kesehatan masyarakat. (R)