Jakarta (buseronline.com) - Puncak ibadah haji yang berlangsung di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjadi momentum spiritual yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh jemaah haji.Namun di balik kekhusyukan ibadah, para jemaah dihadapkan pada tantangan besar berupa suhu udara ekstrem yang bisa memicu serangan panas atau heat stroke.Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Liliek Marhaendro Susilo menegaskan bahwa heat stroke merupakan kondisi kedaruratan medis yang berpotensi mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.“Heat stroke terjadi ketika tubuh tidak mampu lagi mengatur suhu akibat paparan panas berlebih. Suhu inti tubuh bisa melonjak di atas 40 derajat Celsius dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada otak, jantung, ginjal, bahkan otot,” jelas Liliek dalam keterangannya, Senin.Menurut Liliek, gejala umum yang perlu diwaspadai meliputi suhu tubuh yang sangat tinggi, kulit merah dan panas (bisa kering atau berkeringat), sakit kepala berdenyut, pusing, mual, denyut jantung cepat, hingga kehilangan kesadaran atau kejang.Untuk mencegah kasus heat stroke, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Agama terus mengimbau jemaah agar menjaga kondisi tubuh selama pelaksanaan ibadah haji, khususnya di masa puncak ibadah di Armuzna.Beberapa langkah pencegahan yang ditekankan antara lain:1. Hidrasi Maksimal:Jemaah diminta rutin mengonsumsi air putih atau air zamzam setiap 15–20 menit, meskipun tidak merasa haus.Selain itu, penggunaan oralit sangat dianjurkan untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat suhu tinggi. Minuman berkafein dan bergula seperti teh manis, kopi, atau soda sebaiknya dihindari karena justru mempercepat dehidrasi.2. Lindungi Diri dari Paparan Sinar Matahari:Penggunaan pelindung kepala seperti topi lebar, payung, atau handuk basah di kepala terbukti efektif. Jemaah juga diingatkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 waktu setempat.3. Prioritaskan Istirahat:Meski semangat ibadah tinggi, jemaah harus mengenali batas kemampuan tubuh. Tidur yang cukup dan tidak memaksakan diri saat merasa lelah menjadi kunci menjaga stamina.4. Nutrisi Seimbang:Konsumsi makanan bergizi secara teratur sangat dianjurkan. Jemaah juga diminta memperhatikan batas konsumsi makanan yang disediakan agar tidak mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa.5. Gunakan Alat Bantu Sederhana:Alat seperti semprotan air dingin atau air zamzam, serta kipas angin portabel bisa membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan nyaman.6. Segera Cari Pertolongan Kesehatan:Jika jemaah atau anggota rombongan mengalami gejala heat stroke, segera lapor kepada petugas kesehatan terdekat. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah dampak serius.Liliek juga menambahkan, jemaah dengan penyakit bawaan (komorbid) diharapkan membawa obat-obatan pribadi dalam tas kecil yang mudah dijangkau serta menginformasikan kondisi kesehatannya kepada ketua rombongan atau Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).“Kami terus mengingatkan bahwa kesehatan adalah modal utama dalam beribadah. Semoga dengan upaya pencegahan ini, jemaah dapat menjalani ibadah dengan aman, nyaman, dan memperoleh haji yang mabrur,” tutup Liliek. (R)