Kota Bima (buseronline.com) - Masyarakat Kota Bima kini memiliki harapan baru untuk memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat, adil, dan berkualitas.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi memulai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima yang akan dilengkapi dengan fasilitas medis canggih untuk menangani penyakit-penyakit mematikan seperti stroke, jantung, ginjal, dan kanker.Peletakan batu pertama pembangunan RSUD tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Rabu.Acara ini turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Wali Kota Bima, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta berbagai pemangku kepentingan daerah.Dalam sambutannya, Menkes Budi menyampaikan bahwa pembangunan RSUD Kota Bima merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan untuk memastikan 66 kabupaten/kota yang belum memiliki rumah sakit tipe C segera mendapatkannya."Tujuannya agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke kota lain untuk penanganan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi," tegas Menkes Budi.Ia menambahkan, banyak pasien di Bima saat ini harus menempuh perjalanan lebih dari 10 jam ke rumah sakit provinsi untuk mendapat pelayanan medis yang memadai. Kondisi ini dinilainya sangat tidak ideal bagi pasien-pasien dengan penyakit kronis.“Kami ingin memastikan pasien tidak harus bepergian jauh untuk mendapatkan perawatan. Ini menyangkut kualitas hidup dan kesempatan hidup,” lanjutnya.RSUD Kota Bima akan dibangun dengan sejumlah fasilitas medis modern, antara lain CT Scan, Cath Lab untuk pemeriksaan jantung, laboratorium patologi anatomi dan immunohistochemistry untuk diagnosis kanker, serta Cytotoxic Drug Cabinet untuk layanan kemoterapi.Tak ketinggalan, fasilitas hemodialisa juga akan tersedia bagi pasien dengan penyakit ginjal kronis. “Pasien bisa menjalani cuci darah dua hingga tiga kali seminggu, dan sangat tidak memungkinkan jika harus dirujuk ke provinsi,” ujar Menkes.Dengan fasilitas tersebut, RSUD Kota Bima diharapkan mampu menangani kasus-kasus berat secara mandiri dan menjadi pusat rujukan regional di wilayah NTB bagian timur. Menkes menargetkan konstruksi rumah sakit dapat rampung pada awal tahun 2026.Selain pembangunan fisik, Menkes Budi juga menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) medis yang andal.Menurutnya, secanggih apapun fasilitas tidak akan optimal tanpa tenaga kesehatan yang terlatih, terutama dokter spesialis.Untuk itu, Kementerian Kesehatan menyediakan program beasiswa pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) khusus bagi putra-putri daerah.“Kami ingin anak-anak Bima menjadi dokter spesialis di kampung halamannya sendiri,” jelas Menkes.Wali Kota Bima Rahman menyambut baik pembangunan RSUD ini sebagai langkah konkret dalam pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat.Pemerintah Kota Bima, kata dia, telah menyiapkan lahan serta berkomitmen penuh mendukung operasional rumah sakit agar berjalan optimal.Ia juga menegaskan pentingnya penguatan layanan kesehatan primer, seperti peningkatan kapasitas Puskesmas di wilayah padat penduduk seperti Rasanae Timur dan Kelurahan Kolo.“Ini bentuk keadilan layanan kesehatan bagi warga timur,” ujar Wali Kota Rahman.Pembangunan RSUD Kota Bima disambut antusias oleh masyarakat. Selama ini, warga menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan medis untuk penyakit-penyakit serius.Dengan hadirnya rumah sakit ini, harapan akan layanan kesehatan yang lebih merata dan terjangkau kini mulai terwujud.Pemerintah berharap kehadiran RSUD Kota Bima dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menjadi tonggak penting dalam menciptakan sistem layanan kesehatan yang adil dan inklusif di wilayah timur NTB. (R)