Jenewa (buseronline.com) - Dalam rangka mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kuba, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Kesehatan Bilateral dengan Kuba.Penandatanganan ini berlangsung di sela-sela pertemuan World Health Assembly (WHA) ke-78 yang diselenggarakan di Jenewa pada Kamis.Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dan Menteri Kesehatan Masyarakat Kuba, José Angel Portal Miranda.Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sektor kesehatan di kedua negara serta membuka peluang lebih besar dalam bidang pengembangan produk kesehatan dan teknologi medis.Adapun, bidang-bidang kerja sama yang disepakati meliputi:1. Pelayanan kesehatan, termasuk perawatan primer dan sekunder.2. Kesehatan dan gizi ibu dan anak.3. Ketahanan kesehatan, terutama dalam menangani keadaan darurat kesehatan masyarakat dan penanggulangan farmasi dan medis, termasuk vaksin, terapi, dan diagnostik.4. Pengendalian penyakit menular dan tidak menular, seperti tuberkulosis, kanker, penyakit jantung, stroke, HIV-AIDS, malaria, demam berdarah, diabetes, serta peningkatan cakupan vaksinasi.5. Pengembangan tenaga kesehatan, melalui pelatihan, pendidikan, dan manajemen perawatan kesehatan.6. Pembiayaan kesehatan dan pengembangan kebijakan kesehatan, termasuk peninjauan bersama publikasi kebijakan kesehatan.7. Teknologi kesehatan, termasuk pengembangan kesehatan digital dan bioteknologi.8. Bidang kerja sama lainnya yang disepakati secara tertulis oleh kedua pihak.Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Kesehatan Masyarakat Kuba José Angel Portal Miranda juga mengadakan pertemuan bilateral.Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperbaharui dan memperluas MoU ini, dengan fokus pada beberapa inisiatif strategis, seperti penelitian dan pengobatan bersama, terutama untuk kanker dan tumor pada anak-anak.Kerja sama ini juga mencakup dukungan terhadap kerja sama dalam pengembangan produk bioteknologi dan layanan kesehatan yang akan memberikan manfaat bagi kedua negara.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya beasiswa pendidikan kedokteran bagi mahasiswa Indonesia di Kuba, sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah tenaga medis, khususnya di daerah-daerah terpencil di Indonesia.Selain itu, kedua negara juga menyepakati inisiatif kerja sama antara Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita di Indonesia dan Rumah Sakit Juan Marquez di Kuba untuk memperkuat layanan kesehatan yang ada.MoU ini juga diharapkan dapat membuka peluang untuk memperluas pasar produk farmasi dan peralatan medis Indonesia di Kuba, serta negara-negara Amerika Selatan lainnya.Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Kuba berharap dapat meningkatkan pertukaran pengetahuan dan teknologi medis, memperkuat ketahanan kesehatan global, dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.Penandatanganan MoU ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Kuba, sekaligus membuka peluang lebih besar dalam pengembangan sektor kesehatan kedua negara. (R)