Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengusulkan lomba khusus untuk kader kesehatan di seluruh Indonesia yang berhasil menemukan, mengobati, dan mendampingi pasien tuberkulosis (TBC) hingga sembuh.Usulan ini disampaikan dalam acara Peluncuran Nasional Gerakan Bersama Penguatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC yang digelar di Kantor Lurah Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat.Dalam sambutannya, Menkes Budi menyatakan pentingnya peran kader kesehatan dalam upaya eliminasi TBC dan ingin memberikan penghargaan khusus bagi mereka yang berprestasi dalam tugas ini."Tolong dicatat seluruh Indonesia, saya lombakan kader-kader yang paling banyak menemukan pasien TBC, paling banyak mengobati, dan paling banyak pasien yang sembuh. Mereka akan saya undang secara khusus sebagai bentuk penghargaan dari Kementerian Kesehatan," ujar Menkes Budi.Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas peran besar kader dalam memastikan pasien TBC terdeteksi dini, mendapatkan pengobatan tepat waktu, dan menjalani pengobatan secara tuntas hingga sembuh.Wali Kota Jakarta Timur, yang baru beberapa hari menjabat, turut mendukung ide ini dan menyebut Kampung Rambutan sebagai contoh sukses dalam penanggulangan TBC. Dari 65 kelurahan di Jakarta Timur, Kampung Rambutan dinilai paling berhasil dalam melaksanakan program kampung bebas TBC."Saya baru dua hari bertugas di Jakarta Timur, tapi saya sudah melihat potensi besar dari Kampung Rambutan. Momen ini akan saya jadikan sebagai ajang perlombaan antar-kelurahan menjelang HUT DKI atau HUT RI. Kita lihat siapa yang bisa menyaingi Kampung Rambutan," katanya.Menurut data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat ini telah ada 124 kampung yang dinyatakan bebas TBC, menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas penyakit ini di ibu kota.Selain kader kesehatan, berbagai pihak lain juga ikut mendukung program ini. Menkes Budi mengapresiasi ide dari Satpol PP yang siap mendampingi kader saat turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan dan efektivitas kerja mereka."Idenya bagus tuh. Satpol PP bisa bantu kawal para kader saat menjangkau masyarakat," kata Menkes Budi.Inovasi lainnya datang dari tingkat kecamatan, di mana pasien TBC resisten diwajibkan mengirimkan video saat meminum obat, lengkap dengan penunjukan obat dan timestamp. Langkah ini bertujuan memastikan kepatuhan pengobatan dan mencegah resistensi obat."Kita harus benar-benar pastikan pasien minum obat dengan tuntas. Lewat video itu kita bisa awasi langsung, apakah pasien patuh atau tidak. Ini penting agar pengobatannya berhasil," lanjutnya.Acara peluncuran nasional ini digelar di Kantor Lurah Rambutan sebagai simbol keberhasilan wilayah tersebut dalam menerapkan program siaga TBC.Desa dan kelurahan siaga TBC diharapkan menjadi wilayah yang mandiri dalam pencegahan dan penanganan TBC secara berkelanjutan, menjadikan masyarakat lebih siap dalam menghadapi ancaman penyakit ini.Melalui kegiatan ini, pemerintah bertekad memperkuat komitmen nasional untuk mewujudkan Indonesia bebas TBC, melalui sinergi yang kuat antara desa, kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat.Kampung Rambutan, sebagai lokasi peluncuran, dipilih karena telah terbukti menjadi contoh sukses dalam implementasi kampung siaga TBC, menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengikuti langkah serupa.Dengan upaya ini, Menkes berharap tercipta gerakan nasional yang mampu menekan angka penularan TBC secara signifikan dan mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan bebas TBC di masa mendatang. (R)