Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Setwapres Pantau Penanganan Stunting di Banyumas, Tekankan Edukasi Pencegahan

EM Bukit MKes - Sabtu, 15 Februari 2025 09:23 WIB
Deputi Setwapres RI, Prof Dr Dadan Wildan, memberikan vitamin kepada balita saat meninjau penanganan stunting di Posyandu Taman Rasam, Banyumas, Kamis (13/2/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Banyumas (buseronline.com) - Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI bersama Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan penanganan stunting di Kabupaten Banyumas, Kamis.Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau sejumlah lokasi, termasuk Posyandu Taman Rasam, Puskesmas Purwokerto Barat, Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas, serta Pendapa Pemkab Banyumas.Perwakilan dari Bank Dunia dan jajaran Pemkab Banyumas turut hadir dalam kegiatan tersebut.Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres, Prof Dr Dadan Wildan, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata terkait penanganan stunting di daerah.Temuan dari kunjungan ini nantinya akan menjadi bahan laporan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting RI, dalam rapat koordinasi nasional yang akan datang.“Kami harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat berdasarkan kondisi di lapangan, sehingga lebih akurat dan tepat sasaran,” ujar Dadan saat memberikan sambutan di Balai Desa Pasir Kulon.Menurutnya, penanganan stunting di Banyumas sudah berjalan dengan baik, terutama dalam hal layanan posyandu dan puskesmas.Namun, ia menekankan bahwa edukasi mengenai pencegahan stunting harus lebih digencarkan agar angka stunting terus menurun.“Edukasi harus dilakukan sejak dini, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak,” tambahnya.Selain edukasi, Dadan juga menyoroti pentingnya faktor lingkungan dan sanitasi dalam upaya penurunan stunting.Ia menyebut bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) perlu menjangkau semua elemen yang terlibat, termasuk anak, ibu, dan keluarga, agar hasilnya lebih optimal.Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Posyandu Desa Pasir Kulon, Yulianti Fauziah, menyampaikan bahwa program pencegahan stunting di desanya sudah berjalan efektif.“Kami memiliki posyandu remaja, balita, lansia, dan posbindu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga sudah dilakukan secara rutin setiap bulan. Tahun ini, anggaran untuk PMT dari Dana Desa juga meningkat untuk membantu anak-anak yang terindikasi stunting,” jelas Yulianti.Data yang dihimpun di Desa Pasir Kulon menunjukkan bahwa dari 218 balita yang ditimbang, terdapat delapan bayi di bawah dua tahun yang terindikasi stunting.Namun, dengan program yang terus berjalan, penanganannya dinilai efektif.Setwapres RI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menurunkan angka stunting, memastikan kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemenkes Mulai Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Indonesia

Kesehatan

Kementan Perkuat Perbenihan Bawang Putih, DPR Dorong Kemandirian Produksi

Kesehatan

Kemendikdasmen Sosialisasikan Kebijakan Dana BOSP 2026 Lewat Webinar Nasional

Kesehatan

RS Adam Malik Jalani Visitasi WSO untuk Raih Sertifikasi Layanan Stroke Internasional

Kesehatan

Kementan Tetapkan HAP Kedelai Rp11.500/kg, Harga Tahu-Tempe Dipastikan Stabil

Kesehatan

ASEAN-SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026-2030 di Jakarta