Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Peran Rehabilitasi Medis dalam Tim KKHI

EM Bukit MKes - Rabu, 19 Juni 2024 07:30 WIB
Poli Rehabilitasi Medik menjadi layanan yang ramai dikunjungi pasien di antara berbagai layanan kesehatan di Lantai M KKHI Makkah.
Makkah (buseronline.com) - Poli Rehabilitasi Medik menjadi layanan yang ramai dikunjungi pasien di antara berbagai layanan kesehatan di Lantai M Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Rehabilitasi Medis merupakan cabang ilmu kedokteran yang fokus pada pemulihan fungsi tubuh dan optimalisasi kemampuan hidup sehari-hari.Tim Rehabilitasi Medis KKHI Makkah dipimpin dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi (SpKFR), yakni DR dr Siti Chandra Widjanantie SpKFR-K. Dia dibantu oleh 2 orang fisioterapis untuk mengoptimalkan fungsional dan aktivitas pasien, baik secara mandiri maupun dengan bantuan alat bantu.Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah fisik yang menuntut aktivitas bergerak dan berjalan kaki secara terus menerus. Hal ini membutuhkan ketahanan sistem fungsi kardiorespirasi dan neuromuskuloskeletal yang optimal agar jemaah mampu menjalaninya dengan kemampuan istitha’ah yang maksimal.Pada jemaah lansia, kondisi tubuh mudah terpengaruh oleh suhu cuaca yang ekstrem panas dan adaptasi terhadap aktivitas yang menuntut gerak cepat. Hal ini meningkatkan risiko jatuh, yang dapat mengakibatkan terkilir, cedera otot (muscle sprain), cedera pergelangan kaki, bahkan patah tulang pergelangan tangan, pinggul, paha atau kaki pada jemaah lansia. Kondisi ini mengakibatkan angka kesakitan, meningkatnya ketergantungan, serta risiko disabilitas.Cuaca ekstrem juga berpotensi membuat jemaah mengalami yang menyebabkan disorientasi/delirium, mengganggu sistem pernapasan, mengiritasi saluran pernapasan bagian atas, dan meningkatkan risiko radang tenggorokan akibat udara panas, debu, dan kurangnya hidrasi pada lapisan pelembab saluran pernapasan atas.Chandra menjelaskan, gangguan pernapasan dapat memperburuk kondisi jemaah yang sebelumnya memiliki penyakit asma terkontrol atau penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) terkontrol.Hal ini dapat memicu sesak napas yang memberat, penurunan kadar oksigen (desaturasi), dan bahkan membutuhkan perawatan inap dengan antibiotik dan suplementasi oksigen karena jemaah tidak mampu bergerak tanpa mengalami sesak napas.Kelelahan pada sistem jantung juga dapat memperberat kondisi jemaah yang sebelumnya memiliki gangguan jantung, meskipun terkontrol dengan obat.Kasus terbanyak yang ditangani oleh tim Rehabilitasi Medis adalah kasus muskuloskeletal (ortopedi, bedah, cedera, nyeri sendi). Penanganan dengan memberikan berbagai latihan, seperti stretching, penguatan, ketahanan, dan proteksi sendi, untuk membantu pemulihan pasien.Modalitas terapi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan pasien, mulai dari superficial heating therapy hingga low level laser therapy. Untuk kasus rawat inap, fokus terapi adalah mobilisasi pasien dan rehabilitasi kardiorespirasi, termasuk optimalisasi pengeluaran dahak, latihan batuk, latihan duduk, dan latihan berjalan sesuai toleransi dan kemampuan jemaah.“Dengan optimalisasi aktivitas dan ketahanan serta kemampuan mobilisasi pasien, tim rehabilitas medis dapat membantu KKHI dalam mendampingi Duyufurrahman (tamu Allah SWT) menjalani rangkaian ibadah dengan istitha’ah seoptimal mungkin menuju Haji yang Mabrur,” ujar dr Chandra. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kantor PWI Sumut Kembali Dibobol Maling, Pipa Tembaga AC Dicuri

Kesehatan

Pemprov Sumut Dorong Budaya Menabung Sejak Dini bagi Generasi Muda

Kesehatan

Kemenkes Bangun Rumah Sakit Lapangan di Ruteng, Siapkan 100 Tempat Tidur untuk Korban Gempa

Kesehatan

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Pengungsi Gempa NTT Aman hingga Satu Tahun

Kesehatan

Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Ikut Seleksi Jadi PPPK Penuh Waktu Mulai 2027

Kesehatan

Kemenkes Gandeng Jerman dan Bayer Perkuat Pasokan Suplemen Ibu Hamil