Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Layanan Rujukan Humanis Kuatkan Integrasi Layanan Primer

EM Bukit MKes - Minggu, 03 Maret 2024 06:18 WIB
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah, Kamis (29/2/2024).
Solo (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti perlunya perbaikan pada layanan rujukan rumah sakit di Indonesia. Layanan ini tercakup dalam dua pilar transformasi kesehatan, yaitu Pilar 1 Transformasi Layanan Primer dan Pilar 2 Transformasi Layanan Rujukan.Menteri Budi menegaskan bahwa prinsip rujukan harus bersifat humanis, bukan sekadar administratif. “Pertama, rujukan harus disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah.Kedua, layanan rujukan rumah sakit perlu disesuaikan dengan kompetensi fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu menangani jenis penyakit tersebut. Ketiga, akses pelayanan harus cepat dan dekat. Artinya, jika puskesmas dapat memberikan layanan yang memadai, pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.Menurutnya, selama ini sistem rujukan di Indonesia cenderung bersifat administratif. Karena itu, Menkes berkomitmen untuk melakukan perubahan terhadap layanan rujukan di Indonesia. Meskipun masih dalam tahap pengembangan, Menkes menyambut baik masukan dari berbagai pihak.Saat ini, perubahan dalam layanan rujukan sudah mulai diterapkan, khususnya untuk pelayanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Contohnya, pada pasien jantung yang membutuhkan layanan cepat, Menkes Budi akan memastikan puskesmas dilengkapi dengan peralatan seperti elektrokardiogram (EKG), defibrillator, dan obat tenecteplase.Selain itu, semua dokter umum di puskesmas akan dilatih untuk membaca EKG. Jika diperlukan, hasil EKG dapat dikonfirmasi oleh dokter spesialis jantung. Dokter umum juga akan dilatih untuk memberikan tenecteplase atau enzim yang termasuk dalam golongan obat fibrinolitik.“Supaya kalau ada serangan jantung, enggak usah nunggu dibawa ke rumah sakit. Prinsipnya gitu kan, biar cepat dan dekat,” kata Menkes.Menkes juga mengajak semua pihak terlibat untuk berkontribusi dalam memperbaiki cara dan budaya kerja yang baik sehingga Kemenkes dapat meninggalkan perilaku yang merugikan pasien.Sementara, demi mewujudkan transformasi layanan kesehatan primer, Jawa Tengah menerbitkan surat keputusan gubernur sebagai payung hukum untuk melakukan uji coba integrasi layanan primer. “Dari 881 puskesmas, kita sudah dapat melakukan uji coba pada bulan ini dan ke depannya. Sebanyak 281 puskesmas, 331 puskesmas pembantu (pustu), dan 2305 posyandu,” ungkap Yunita Dyah Suminar, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah.Ia juga berharap dukungan dari Menteri Kesehatan dengan meluncurkan program Penguatan Integrasi Layanan Primer melalui Rapat Kerja Kesehatan Daerah Jawa Tengah Tahun 2024.Kegiatan ini, yang mengusung tema “Penguatan Integrasi Layanan Primer dan Rujukan di Jawa Tengah,” dihadiri oleh berbagai komponen terkait dalam pembangunan kesehatan di Provinsi Jawa Tengah, termasuk pemerintah daerah, Pusat, TNI/Polri, swasta, dan masyarakat. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Irjen Pol Agus Suryonugroho Pamit, Serahkan Tongkat Komando Kakorlantas kepada Irjen Pol Wibowo

Kesehatan

Irjen Pol Alberd TB Sianipar Resmi Jabat Kapolda Kalimantan Barat

Kesehatan

Kemendikdasmen Perkuat LKP Cetak SDM Berdaya Saing Global

Kesehatan

Indonesia dan Belarus Sepakat Perkuat Kerja Sama Kesehatan

Kesehatan

Kemendikdasmen Sempurnakan Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

Kesehatan

USU Buka Pendaftaran Seleksi Mahasiswa Mandiri Tahap II, Ini Jadwal dan Persyaratannya