Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Dokter Indonesia Lulusan Jerman Dapat Kembali Mengabdi di Indonesia Dengan Cepat dan Mudah

EM Bukit MKes - Kamis, 23 November 2023 09:59 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/11/IMG-20231122-WA0039.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Konsil Kedokteran Jerman untuk kerjasama di bidang pertukaran dan pemahaman Bersama tentang sistem Pendidikan kedokteran di Indonesia dan Jerman, pada tanggal 7 November 2023. (Dok/Ke
Jakarta (buseronline.com) - Dokter spesialis Indonesia lulusan Jerman yang saat ini telah bekerja di Jerman, kini dapat kembali mengabdi di Indonesia dengan cepat dan mudah.Hal ini disepakati melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Konsil Kedokteran Jerman (Bundesaerztekammer) untuk kerjasama di bidang pertukaran dan pemahaman bersama tentang sistem pendidikan kedokteran di Indonesia dan Jerman, pada tanggal 7 November 2023 lalu.Dokter dan dokter spesialis asal Indonesia yang menimba ilmu dan bekerja di Jerman, saat ingin pulang ke Tanah Air, akan dipermudah untuk proses verifikasi dokumen dan penyertaan oleh kementerian Kesehatan Indonesia.Penandatanganan dilakukan antara Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg Arianti Anaya, dan Presiden Bundesärztekammer, Dr Klaus Reinhardt disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno beserta sejumlah pengurus IASI.Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Indonesia Arianti Anaya menekankan bahwa nota kesepahaman ini adalah untuk kepentingan Indonesia, kita ingin menarik dokter Indonesia yang sudah selesai belajar dan bekerja di Jerman agar kembali ke Indonesia.“Untuk proses kembali dan bekerja di Indonesia kami perlu validasi data sekolah dimana, bekerja dimana, berapa lama. Dengan kerjasama dengan Bumdes Aerztekammer, proses validasi dan administrasi bisa lebih singkat," ujarnya.Ketua IASI Jerman dr Prasti Pomarius menyampaikan kegembiraannya atas ditandatanganinya nota kesepakatan ini.“Sistem kedokteran di Jerman menganut hospital based, sementara Indonesia menganut university based. Sebetulnya ini masalah yang tidak terlalu besar dimana harus ada komunikasi antara pihak pemberi izin praktek dokter Jerman dan pemerintah Indonesia dan ini harus dijembatani,” ujar Prasti.Prasti menjabarkan bahwa proses ditandatanganinya nota kesepahaman tersebut berawal dari webinar pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika dan Eropa, pada April 2022.Webinar itu dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menkes membujuk para dokter Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke tanah air.Saat itu Menkes berjanji prosesnya akan lebih mudah. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan permintaan Presiden Joko Widodo. Semua prosesnya akan dibikin transparan.“Kami akan memudahkan dan memperjelas proses adaptasi dokter dokter yang masuk dari luar negeri,“ janji Menkes. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Mendikdasmen Resmikan International Class Program di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus

Kesehatan

Kakorlantas Polri Dorong Sinergi Regulasi dan Penegakan Hukum Wujudkan Zero ODOL di Kalsel

Kesehatan

Pemprov Jabar dan UPI Kolaborasi Perkuat Pendidikan, 1.066 Mahasiswa Siap Mengajar di Sekolah

Kesehatan

KPK Bekali ASN Kota Mataram Perkuat Integritas dan Waspadai Gratifikasi

Kesehatan

Kemenkes Perkuat Upaya Wujudkan Lansia Sehat dan Mandiri di HLUN 2026

Kesehatan

Mentan Amran Penuhi Berbagai Usulan Petani Papua, Perkuat Swasembada Pangan