Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Indonesia Berkomitmen Terhadap Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

EM Bukit MKes - Senin, 13 November 2023 11:44 WIB

Warning: getimagesize(https://www.buseronline.com/cdn/uploads/images/2023/11/Pemenuhan-Hak-Penyandang-Disabilitas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on false in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam acara Multi-Country Workshop ”Accelerating Access to Assistive Technology” di Jakarta, Selasa (7/11/2023). (Dok/Kemenkes RI)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia berkomitmen terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas dengan membangun sistem layanan kesehatan yang inklusif. Untuk mewujudkan visi ini, perlu adanya peran penting yang dimainkan oleh teknologi bantuan (teknologi asistif).“Teknologi bantu (teknologi asistif) dapat memberdayakan orang-orang, terutama penyandang disabilitas, orang lanjut usia, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis atau akut, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif,” kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam acara Multi-Country Workshop ”Accelerating Access to Assistive Technology” di Jakarta, Selasa.Saat ini, lebih dari satu miliar orang, yaitu sekitar 15% dari populasi dunia menghadapi berbagai bentuk disabilitas. Di Indonesia, ada 23 juta orang yang menyandang disabilitas. Banyak dari mereka yang membutuhkan teknologi bantuan untuk berpartisipasi penuh dalam bermasyarakat dan menjalani kehidupan yang bermartabat.Nahasnya, para penyandang disabilitas, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, masih menghadapi berbagai tantangan untuk mendapatkan alat bantu yang mereka butuhkan.“Hambatan keuangan, kurangnya kesadaran, dan infrastruktur kesehatan yang terbatas adalah beberapa rintangan yang mereka hadapi setiap hari,” ucap Wamenkes.Penyediaan akses yang aman dan berkelanjutan terhadap teknologi sangatlah penting. Hal ini juga dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya tujuan nomor 3 mengenai Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik dan tujuan nomor 10 yaitu Pengurangan Ketidaksetaraan.Dante sangat berterima kasih kepada WHO dan UNICEF yang telah menyelenggarakan workshop tersebut. Menurutnya, upaya kolaboratif itu menyatukan negara-negara di seluruh dunia untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keahlian, dengan tujuan untuk mempercepat akses ke teknologi bantuan.Dante berharap kegiatan yang diwakili oleh 16 negara di seluruh Wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat WHO ini dapat membuka jalan menuju masa depan di mana semua orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang mereka butuhkan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

BKPDM Perbarui Capaian Pembelajaran Agama dan Budi Pekerti

Kesehatan

Pemkab Taput Kukuhkan Kampung Siaga Bencana Saoloan di Adian Koting

Kesehatan

Prabowo: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi bagi Kemajuan Bangsa

Kesehatan

Prabowo: Teknologi Harus Jadi Solusi Percepat Penyelesaian Masalah Bangsa

Kesehatan

Nawal Arafah Yasin Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga Lewat Edukasi Kesehatan Reproduksi

Kesehatan

KPK Perkuat Kampanye Antikorupsi Lewat Storytelling dan Desain Visual