Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung terus mendorong transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan memperluas cakupan pelayanan. Tidak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini diarahkan untuk mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Dilansir dari laman Jabarprov, transformasi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pembina (TP)
Posyandu Kota Bandung sebagai bagian dari sosialisasi dan implementasi konsep
Posyandu berbasis enam SPM.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, transformasi Posyandu mencakup enam bidang pelayanan, yakni kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum dan infrastruktur, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Menurut Farhan, perubahan paradigma tersebut menjadikan
Posyandu sebagai salah satu garda terdepan dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar masyarakat hingga tingkat kewilayahan.
"Posyandu tidak hanya bertugas mengukur berat badan dan tinggi badan, tetapi cakupan kerjanya sudah jauh lebih luas. Keterlibatan Posyandu nantinya justru menjadi garda terdepan dalam mendukung pencapaian enam SPM tersebut," ujar Farhan, pada 4 November 2026.
Ia menjelaskan, perluasan fungsi
Posyandu tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Dalam Negeri dan Ketua TP
Posyandu Nasional untuk memperkuat pelayanan dasar di tengah masyarakat.
Selain memperluas pelayanan, Farhan juga menyoroti kontribusi Posyandu dalam mempercepat penanganan stunting di Kota Bandung.
Menurutnya, terdapat dua target utama yang harus dicapai, yaitu mencegah munculnya kasus baru atau zero new stunting dan menurunkan prevalensi stunting.
Farhan menegaskan, penurunan angka stunting membutuhkan langkah sistematis dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya melalui program jangka pendek.