Tarutung (buseronline.com) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung berhasil melaksanakan tindakan pemasangan ring jantung (stent) kepada pasien pertama melalui layanan kardiovaskular intervensi non-bedah, Kamis (5/11/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), khususnya dalam penanganan penyakit jantung tanpa harus merujuk pasien ke rumah sakit di luar daerah.
Pelaksanaan tindakan tersebut merupakan bagian dari kegiatan proctoring layanan kardiovaskular intervensi non-bedah yang turut dihadiri Bupati Tapanuli Utara Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SS, MSi, Direktur RSUD Tarutung dr Bobby Simanjuntak, Direktur Utama RS Adam Malik Medan dr Zainal Safri SpPD-KKV, serta Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr Obrin Parulian Marpaung.
Dalam kesempatan itu, Bupati Jonius menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Ia mengatakan, selama ini Kabupaten Tapanuli Utara termasuk daerah dengan jumlah rujukan kasus Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) yang tinggi ke RS Adam Malik Medan.
Karena itu, keberadaan fasilitas Catheterization Laboratory (Cathlab) di RSUD Tarutung diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien penyakit jantung, terutama dalam kondisi kegawatdaruratan. Fasilitas tersebut sebelumnya telah diresmikan Bupati Tapanuli Utara pada 18 Juni 2026.
Dengan beroperasinya layanan ini, masyarakat diharapkan mendapatkan akses penanganan penyakit jantung lebih dekat, sekaligus mengurangi risiko keterlambatan penanganan akibat jarak rujukan.
Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan RSUD Tarutung agar menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan profesional.
"Testimoni dari keluarga pasien sudah mulai bermunculan dan diapresiasi di media sosial. Tolong kepercayaan masyarakat ini kita jaga bersama. Kepercayaan itu dimulai dari keramahan dan kualitas pelayanan dari nakes kita," tegasnya.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI dan RSUP H. Adam Malik Medan atas dukungan serta pendampingan dalam pengembangan layanan kardiovaskular di RSUD Tarutung.
Pemkab Taput juga menyatakan kesiapan mendukung program Kementerian Kesehatan, termasuk penempatan dokter spesialis dan usulan revitalisasi infrastruktur rumah sakit.
Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI dr. Obrin Parulian Marpaung menyampaikan bahwa penyakit jantung, stroke, ginjal, serta kematian ibu dan anak merupakan fokus pelayanan kesehatan prioritas nasional.
Pemerintah pusat, katanya, terus mendorong pemerataan fasilitas medis dan alat kesehatan di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dukungan tersebut mencakup penyediaan alat kesehatan dengan skema kontrak servis selama tujuh tahun serta pendanaan pelatihan tenaga medis untuk pelayanan intervensi.
Direktur Utama RS Adam Malik Medan dr Zainal Safri SpPD-KKV, juga mengapresiasi komitmen Pemkab Taput dalam meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya pengembangan layanan jantung.
Ia berharap optimalisasi fasilitas Cathlab RSUD Tarutung dapat membantu mengurangi kepadatan pasien rujukan di RS Adam Malik Medan karena sebagian penanganan dapat dilakukan langsung di daerah.
Keberhasilan pemasangan ring jantung pertama ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan RSUD Tarutung sebagai pusat layanan kesehatan rujukan regional yang mampu memberikan pelayanan lebih cepat, mandiri, dan berkualitas bagi masyarakat Tapanuli Utara maupun daerah sekitarnya. (Galung)