Medan (buseronline.com) - Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Medan Ny Airin Rico Waas mengajak anak-anak untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri saat menghadapi bencana alam, khususnya gempa bumi dan banjir.
Edukasi kesiapsiagaan bencana dinilai penting ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak panik dan mampu melindungi diri ketika situasi darurat terjadi.
Ajakan tersebut disampaikan Airin saat menghadiri Sosialisasi Penanggulangan Bencana di Sekolah yang berlangsung di Yayasan Pendidikan Harapan Mandiri, Jalan Brigjend Hamid, pada 30 Oktober 2026.
Kegiatan itu turut dihadiri Kalaksa BPBD Kota Medan Yunita Sari, Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Fahriatunnisa Erfin Fachrurrazi, Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Mandiri Medan Febriyanto Wijaya, Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution, pengurus Tim Pembina Posyandu, serta para guru dan pelajar.
Dalam kesempatan tersebut, Airin menegaskan bahwa pendidikan mitigasi bencana harus menjadi perhatian bersama, termasuk melalui lingkungan sekolah dan Posyandu.
Menurutnya, Posyandu saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berperan dalam mendukung enam bidang pelayanan dasar, salah satunya perlindungan masyarakat.
"Penanggulangan bencana menjadi salah satu program penting dalam upaya perlindungan masyarakat. Ini merupakan pengetahuan yang perlu kita pelajari sejak dini, karena sangat berguna bagi kita semua dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana," ujar Airin.
Ia menjelaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan Posyandu. Dengan begitu, pemahaman mengenai mitigasi bencana dapat tertanam sejak anak-anak hingga dewasa.
Airin juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu langkah mengurangi risiko banjir. Kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, mengingat Indonesia berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, masyarakat juga harus memahami cara menghadapi potensi gempa bumi.
"Bencana tidak bisa kita hindari, tetapi kita harus belajar bagaimana mengantisipasi dan menghadapinya jika bencana itu terjadi. Jangan sampai ketika terjadi gempa kita panik dan tidak tahu harus melakukan apa," tegasnya.
Airin kemudian mengajarkan sejumlah langkah penyelamatan diri ketika gempa terjadi. Anak-anak diminta tetap tenang, berlindung di bawah meja yang kokoh, melindungi kepala dan leher, serta berpegangan hingga guncangan berhenti.
Setelah kondisi aman, para pelajar harus mengikuti arahan guru untuk keluar dari bangunan dan menuju titik kumpul yang telah ditentukan.
Sementara dalam menghadapi banjir, anak-anak diingatkan agar menjauhi genangan air berbahaya, tidak bermain di sekitar lokasi banjir, serta segera meminta bantuan guru atau orang dewasa apabila melihat tanda-tanda bahaya.
Ia juga meminta para pelajar mengenali jalur evakuasi dan lokasi titik kumpul di lingkungan sekolah. Pengetahuan tersebut penting agar anak-anak dapat mengambil tindakan cepat dan tepat ketika bencana terjadi.