Pemko Bandung Dorong Perempuan Rutin Skrining Kanker Payudara dan Serviks

Heri - Sabtu, 24 Oktober 2026 16:25 WIB
Pentingnya deteksi dini dibahas dalam Sonata Talkshow pada program Kasep Talks Radio Sonata, Rabu (21/10/2026).

Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung mengajak masyarakat, khususnya perempuan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker payudara dan kanker serviks melalui pemeriksaan rutin dan deteksi dini.

Dilansir dari laman Jabarprov, langkah ini penting agar potensi penyakit dapat diketahui lebih awal dan pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi medisnya. Pentingnya deteksi dini dibahas dalam Sonata Talkshow pada program Kasep Talks Radio Sonata, pada 21 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Agung Firmansyah Sumantri dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Dadan Mulyana Kosasih.

Agung mengatakan, penyakit tidak menular, termasuk kanker, penyakit kardiovaskular, dan stroke, menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat perkotaan. Karena itu, masyarakat perlu memahami faktor risiko penyakit, termasuk pola hidup dan riwayat kanker dalam keluarga.

"Jadi istilah deteksi dini itu harus mulai dipahami oleh masyarakat bahwa itu adalah salah satu tanda atau kita mulai memperhatikan diri kita sendiri. Kita mulai peduli dengan kesehatan kita," ujar Agung.

Menurutnya, upaya deteksi dini harus diimbangi dengan akses pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau. Jarak fasilitas kesehatan, kemudahan pelayanan, serta kekhawatiran mengenai biaya masih dapat menjadi hambatan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan.

Agung menilai, puskesmas memiliki peran penting sebagai pintu masuk pelayanan kesehatan, mulai dari edukasi, pemeriksaan awal, penilaian risiko, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan pasien.

"Pemerintah ini harus, tidak cukup hanya menyediakan fasilitas kesehatan, tapi pemerintah juga harus memastikan bahwa masyarakat ini dapat mengakses dan memanfaatkan fasilitas tersebut," katanya.

Ia juga mendorong penguatan edukasi kesehatan hingga tingkat kewilayahan dengan melibatkan kader PKK, Posyandu, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan komunitas.

Menurutnya, keberhasilan program kesehatan perlu diukur dari jumlah perempuan yang mendapatkan pemeriksaan dan tindak lanjut, bukan hanya banyaknya kegiatan penyuluhan.

Masyarakat juga diimbau memanfaatkan BPJS Kesehatan dan dukungan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bandung agar persoalan biaya tidak menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan.

Sementara itu, Dadan menjelaskan, kanker membutuhkan penanganan sesuai kondisi medis pasien dan dapat memerlukan perawatan jangka panjang. Dalam talkshow tersebut, ia memaparkan data yang mencatat 10.586 kasus kanker payudara hingga 2026, sedangkan kasus kanker serviks berada di kisaran seribuan.

Ia mengingatkan, data tersebut belum tentu menggambarkan seluruh kondisi di masyarakat. Sebagian perempuan mungkin belum terdeteksi karena keterbatasan informasi, akses pelayanan kesehatan, maupun keengganan menjalani pemeriksaan.

"Di satu sisi itu berarti memang banyak yang terkena, tapi ya berarti survivor, mereka survive dengan kankernya itu. Jadi mudah-mudahan ini memang dampak dari kemajuan teknologi, kemudian pelayanan kesehatan kita yang makin baik," ungkap Dadan.

Perempuan Diimbau Kenali Perubahan TUntuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker payudara, perempuan dapat melakukan SADARI atau Periksa Payudara Sendiri secara rutin setiap bulan.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memperhatikan kemungkinan munculnya benjolan baru atau perubahan yang tidak biasa pada payudara. Jika menemukan perubahan, masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Benjolan tidak selalu menandakan kanker karena dapat disebabkan kondisi jinak atau perubahan hormonal. Riwayat kanker dalam keluarga juga perlu disampaikan saat berkonsultasi.

Adapun kanker serviks pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Perdarahan di luar menstruasi maupun keluhan yang tidak biasa perlu diperiksakan kepada tenaga kesehatan.

Dadan menerangkan, skrining kanker serviks dapat dilakukan melalui pemeriksaan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) dan tes HPV DNA.

Pemeriksaan IVA membantu mengidentifikasi perubahan pada leher rahim yang mengarah pada lesi prakanker, sedangkan tes HPV DNA mendeteksi keberadaan human papillomavirus (HPV), yang merupakan penyebab utama kanker serviks.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemko Bandung Perketat Pengawasan Restoran dan SPPG

Kesehatan

Pemko Bandung Gencarkan Skrining HIV Sukarela, Perkuat Peran Masyarakat

Kesehatan

Pemko Bandung Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Perluas Peluang Kerja di Luar Negeri

Kesehatan

Pemko Bandung Targetkan PAD Sumbang Lebih dari 60 Persen Pendapatan Daerah

Kesehatan

Pemko Bandung Targetkan Pendapatan Rp7,46 Triliun pada APBD 2027

Kesehatan

Pemko Bandung Perketat Pengawasan MBG, Tiga SPPG Masuk Pengawasan Khusus