Bandung (buseronline.com) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bandung Kiwari menghadirkan program Kawal Kiwari sebagai upaya memperkuat pemantauan pertumbuhan dan tindak lanjut kesehatan anak berisiko stunting secara berkelanjutan.
Dilansir dari laman Jabarprov, Direktur Utama
RSUD Bandung Kiwari Arief Budiman menjelaskan bahwa program tersebut mengintegrasikan layanan klinis, pemantauan pertumbuhan, edukasi keluarga, serta tindak lanjut kesehatan anak agar pelayanan tetap berkesinambungan setelah pasien meninggalkan rumah sakit.
Menurut Arief, pemantauan kesehatan anak tidak boleh berhenti ketika anak selesai menjalani perawatan di rumah sakit. Anak yang membutuhkan intervensi harus tetap mendapatkan pendampingan dan pemantauan pertumbuhan secara berkala.
"Ketika seorang anak pulang dari rumah sakit, pelayanan mungkin telah selesai, tetapi perjalanan pertumbuhannya belum selesai. Melalui Kawal Kiwari, kami ingin memperkuat pengawalan agar anak yang membutuhkan intervensi tidak terputus dari pemantauan," ujar Arief dalam keterangan resminya, pada 21 Oktober 2026.
Program Kawal Kiwari menghadirkan dua inovasi utama, yakni Klinik Raksa Anak untuk memperkuat layanan klinis dan aplikasi Tumbuh Kiwari untuk membantu tenaga kesehatan menganalisis indikator pertumbuhan anak.
Aplikasi Tumbuh Kiwari dirancang untuk membantu tenaga kesehatan membaca kurva pertumbuhan secara terstruktur. Meski demikian, penentuan intervensi tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi klinis masing-masing anak.
Arief menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit, Puskesmas, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), keluarga, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, rumah sakit berperan memperkuat pemeriksaan dan penanganan klinis. Sementara itu, Puskesmas, Posyandu, dan keluarga berperan penting dalam deteksi dini, pemberian edukasi, serta pemantauan pertumbuhan anak di lingkungan tempat tinggal.