Dinkes Kota Bandung Luncurkan Si Geulis untuk Optimalkan Pengelolaan Obat

Heri - Sabtu, 10 Oktober 2026 14:00 WIB
Dinas Kesehatan Kota Bandung meluncurkan Sistem Si Geulis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan obat melalui sistem digital yang terintegrasi. Peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di Aula Bawah Dinas Kesehatan Kota Bandung, Kamis (8/10/2026).

Bandung (buseronline.com) - Dinas Kesehatan Kota Bandung meluncurkan Sistem Integrasi, Digitalisasi, Perencanaan, Pengelolaan dan Pengawasan Obat (Si Geulis) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan obat melalui sistem digital yang terintegrasi.

Dilansir dari laman Jabarprov, peluncuran aplikasi tersebut berlangsung di Aula Bawah Dinas Kesehatan Kota Bandung, pada 8 Oktober 2026.

Si Geulis diharapkan mampu mengatasi persoalan data obat yang tersebar, proses rekapitulasi yang memakan waktu, serta belum optimalnya pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bandung sekaligus Project Leader Si Geulis, Detty Kurnia, mengatakan aplikasi ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan obat, mulai dari perencanaan kebutuhan hingga pengawasan.

"Si Geulis diharapkan tidak hanya mengubah pencatatan manual menjadi digital, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja. Dari data yang tersebar menjadi terintegrasi, dari reaktif menjadi preventif, dari asumsi menjadi berbasis data, dan dari bekerja secara parsial menjadi kolaboratif," ujar Detty.

Aplikasi Si Geulis mencakup sejumlah fitur, di antaranya perencanaan kebutuhan obat, pemantauan stok dan transaksi, pengendalian obat kedaluwarsa, serta pengawasan obat sensitif, termasuk psikotropika.

Selain itu, tersedia dasbor yang memudahkan petugas dalam memantau kondisi persediaan obat, melakukan evaluasi, serta mengambil keputusan berdasarkan data yang terintegrasi.

Pengembangan aplikasi ini telah melalui berbagai tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan program, uji coba, penyempurnaan aplikasi, sosialisasi, hingga pendampingan pengguna.

Dalam prosesnya, Dinas Kesehatan Kota Bandung melibatkan berbagai pihak, seperti puskesmas, pengelola obat, tenaga teknologi informasi, apotek, pedagang besar farmasi (PBF), perguruan tinggi, dan organisasi profesi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ira Dewi Jani, yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan, menegaskan bahwa pengelolaan obat memiliki peran penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurut Ira, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah untuk mengatasi tantangan dalam perencanaan kebutuhan obat, pengelolaan stok, pelaporan, pengendalian obat kedaluwarsa, hingga pengawasan obat khusus.

"Si Geulis bisa menjadi instrumen untuk mengintegrasikan data dan proses pengelolaan obat sehingga informasi dapat diperoleh secara lebih cepat, akurat, dan mudah dikelola," harapnya.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Pemprov Jabar Masih Kaji Pinjaman Rp3,4 Triliun ke PT SMI, Tunggu Evaluasi Kemendagri

Kesehatan

400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an

Kesehatan

Dinkes Bandung Kejar Anak Zero Dose Lewat Bulan Imunisasi Sepanjang Oktober

Kesehatan

KPK Ajak Generasi Muda Berani Bersuara Lewat Karya Kreatif

Kesehatan

Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026

Kesehatan

SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM