Semarang (buseronline.com) - Bertambahnya usia merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Namun, kualitas hidup di usia lanjut dapat dipersiapkan sejak dini dengan menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.
Hal itu disampaikan praktisi kesehatan RSUP dr Kariadi Semarang, dr Eka Chris Noverika, SpGK, dalam Bimbingan Teknis (
Bimtek) bertajuk "Usia Bertambah, Tubuh Berubah: Apa yang Harus Kita Ubah?" yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi
Jawa Tengah di Gedung DWP Jateng, pada 6 Oktober 2026.
Eka mengatakan, perempuan, khususnya ibu-ibu, perlu lebih peduli terhadap kesehatan diri. Pasalnya, perempuan memiliki peran penting sebagai pusat keluarga dan sering menjalankan berbagai peran sekaligus.
"Sehingga, jagalah tubuh kita masing-masing. Karena usia berubah, tubuh berubah. Lantas apa yang harus kita ubah? Jangan hanya panjang umur, tapi kita harus punya kualitas hidup yang oke," ujar Eka dilansir dari laman Jatengprov.
Menurutnya, angka harapan hidup manusia terus meningkat dan kini telah mencapai lebih dari 65 tahun. Namun, umur panjang tidak selalu berarti seseorang memiliki tubuh yang sehat dan tetap mampu menjalankan aktivitas secara optimal.
"Sehingga targetnya, kita harus mempersiapkan agar memasuki usia lansia (lanjut usia), kita memiliki kualitas hidup lebih baik," katanya.
Eka menjelaskan, berbagai perubahan tubuh mulai terjadi pada rentang usia 30 hingga 60 tahun. Perubahan tersebut antara lain terjadi pada mata, kulit, serta komposisi tubuh.
Ia menyebut ada dua perubahan utama yang perlu diperhatikan, yakni perubahan komposisi tubuh dan kesehatan kardiometabolik.
Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung menurun, sementara massa lemak meningkat. Penumpukan lemak juga banyak terjadi di bagian perut sehingga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Sementara itu, dari sisi kardiometabolik, seseorang dapat mengalami perubahan sensitivitas insulin, dislipidemia, gangguan tidur, serta peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Untuk mengantisipasinya, Eka mendorong masyarakat memperbaiki gaya hidup. Menurutnya, indikator kesehatan tidak cukup hanya dilihat dari angka berat badan pada timbangan. Tekanan darah, gula darah, profil lipid, dan bila diperlukan fungsi hati juga perlu diperhatikan.
Pola makan juga harus diperbaiki dengan menerapkan komposisi sederhana, yakni setengah porsi sayur dan buah, seperempat protein, serta seperempat karbohidrat. Konsumsi minuman juga perlu diarahkan dengan lebih banyak mengutamakan air putih.
Dalam hal olahraga, masyarakat dianjurkan memadukan latihan kardio untuk menjaga kebugaran dengan latihan kekuatan untuk mempertahankan massa otot. Aktivitas fisik perlu dilakukan secara rutin dan konsisten sesuai kemampuan.