Bandung (buseronline.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza Tipe A dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala influenza.
Kepala Dinkes Kota
Bandung Sony Adam mengatakan terjadi peningkatan kasus influenza di Kota
Bandung. Kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya kunjungan masyarakat ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, terutama instalasi gawat darurat (IGD).
"Untuk kasus influenza di Kota Bandung ada peningkatan. Masyarakat yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan juga meningkat, terutama ke instalasi gawat darurat," ujar Sony di Balai Kota Bandung, pada 28 September 2026.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik karena influenza pada umumnya dapat ditangani dengan pemeriksaan dan pengobatan sesuai kondisi pasien. Penanganan juga tidak selalu harus dilakukan di IGD.
Sony menyebut masyarakat dapat memeriksakan diri ke Puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri maupun poliklinik rumah sakit sesuai kebutuhan.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan dan kontak langsung dengan orang yang sedang sakit. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga penting dilakukan.
"Paling utama untuk pencegahan adalah menggunakan masker karena penularannya melalui droplet. Selain itu rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, serta menjaga daya tahan tubuh," katanya.
Ia menjelaskan, sejumlah gejala influenza yang perlu diperhatikan antara lain demam, pegal-pegal, sakit kepala, mual dan tubuh terasa lemas. Warga yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
"Kalau ada gejala flu, datanglah ke klinik, Puskesmas atau dokter praktik mandiri untuk mendapatkan pengobatan. Kemudian istirahat supaya penyakitnya tidak menular kepada orang lain," tutur Sony.
Dinkes Kota
Bandung juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas. Edukasi turut diberikan secara langsung kepada pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.