Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyiapkan 10.000 dosis vaksin rabies gratis sepanjang 2026.
Dilansir dari laman Jatengprov, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan
rabies sekaligus mempertahankan status
Jawa Tengah sebagai provinsi bebas
rabies sejak 1997.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, meski Jawa Tengah telah dinyatakan bebas rabies selama hampir tiga dekade, kewaspadaan tetap harus dijaga. Terlebih, mobilitas dan perpindahan hewan antardaerah masih terus terjadi.
"Bebas itu tidak harus terus kita santai. Kita juga harus waspada," ujar Taj Yasin saat menghadiri peringatan World Rabies Day 2026 di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang, pada 27 September 2026.
Menurutnya, Jawa Tengah berbatasan dengan sejumlah daerah sehingga risiko masuknya rabies tetap perlu diantisipasi. Perpindahan hewan yang tidak sepenuhnya dapat dikontrol menjadi salah satu alasan pentingnya vaksinasi secara rutin.
Taj Yasin juga menyoroti meningkatnya jumlah masyarakat yang memelihara hewan, khususnya anjing dan kucing.
Para pemilik hewan diminta memastikan peliharaannya memperoleh vaksinasi serta berkonsultasi dengan dokter hewan. "Kita harus bersama-sama untuk mendukung gerakan bebas rabies," katanya.
Ia turut memberikan apresiasi kepada dokter hewan dan tenaga medis yang selama ini berperan dalam menjaga
Jawa Tengah tetap bebas
rabies.
Menurutnya, pencegahan harus dilakukan sejak dini karena rabies merupakan penyakit yang dapat membahayakan manusia. "Pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu ada kasus baru kemudian ditangani," ujarnya.