Bandung (buseronline.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya harus mampu memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga wajib memastikan makanan aman sejak bahan baku dipilih hingga dikonsumsi.
Dilansir dari laman Jabarprov, hal tersebut menjadi pembahasan dalam Sonata Talkshow bertema "Makan Bergizi Gratis: Sudah Bergizi, Apakah Sudah Aman?" yang disiarkan langsung melalui Radio Sonata, pada 23 September 2026.
Talkshow menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Dr dr Agung Firmansyah Sumantri SpPD KHOM MMRS FINASIM serta Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung dr Dewi Primasari SpDLP.
Agung mengatakan,
MBG merupakan program yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
"Kalau menurut saya MBG ini tujuannya baik, programnya sebenarnya bagus. Tujuannya tentunya adalah investasi kualitas manusia, jadi indeks pembangunan manusia tujuan akhirnya," ujar Agung.
Meski mendukung program tersebut, Agung menilai pelaksanaannya perlu dibarengi pengawasan agar makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi, aman dikonsumsi, dan tepat sasaran.
"Kami dari DPRD Kota Bandung tentunya mendukung program ini karena ini memiliki dampak langsung ke masyarakat. Tapi dukungan ini juga harus bersama dengan pengawasan yang baik," katanya.
Ia menegaskan, keamanan pangan harus diperhatikan dalam seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, kebersihan dapur, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi.
"Mulai dari pemilihan bahan makanannya, kualitas dan penyimpanan bahannya, kebersihan dapurnya, higienisnya yang membuat masakannya, terus bagaimana mengemas makanannya, kemudian bagaimana transportasinya, sampai makanan ini diterima betul-betul dan bisa dikonsumsi oleh anak," tuturnya.
Sementara itu, Dewi menjelaskan bahwa pemenuhan gizi saat ini mengacu pada prinsip gizi seimbang, salah satunya melalui konsep Isi Piringku.
"Sekarang sudah tidak pakai slogan 4 Sehat 5 Sempurna. Sekarang yang dipakai adalah gizi seimbang, atau yang paling sederhana kita tuangkan dalam konsep Isi Piringku," jelas Dewi.
Menurutnya, konsep tersebut memperhatikan kebutuhan zat gizi makro dan mikro, termasuk jenis dan porsi makanan. Secara umum, setengah bagian piring terdiri dari sayur dan buah, sedangkan bagian lainnya berisi sumber karbohidrat serta protein nabati dan hewani.