Menkes Tegaskan Kemitraan Kesehatan Harus Berujung pada Dampak Nyata

Heri - Kamis, 17 September 2026 13:30 WIB
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin bersalaman saat membuka The 4th IHPM 2026 di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kemitraan pembangunan kesehatan harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Dilansir dari laman Kemkes, hal tersebut disampaikan Budi saat membuka The 4th Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) 2026 di Shangri-La Hotel Jakarta, pada 15 September 2026.

Mengusung tema "From Partnership to Impact - Mobilizing Strategic Investments for Indonesia's Health Transformation", kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menyelaraskan dukungan para mitra pembangunan dengan agenda transformasi kesehatan Indonesia.

Sekitar 300 peserta hadir dalam forum tersebut, terdiri dari mitra pembangunan, lembaga internasional, filantropi, sektor swasta, serta kementerian dan lembaga terkait. "The distance between partnership and impact is delivery," ujar Budi.

Menurutnya, kemitraan baru memiliki arti apabila diwujudkan melalui perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat. Mulai dari anak yang mendapatkan vaksinasi, ibu yang dapat melahirkan dengan aman, penemuan kasus tuberkulosis (TBC) secara lebih dini, hingga tersedianya layanan kesehatan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Budi mengatakan pemerintah menargetkan peningkatan angka harapan hidup masyarakat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Sementara harapan hidup sehat ditargetkan meningkat dari 60 tahun menjadi 65 tahun.

Untuk mencapai target tersebut, penguatan layanan kesehatan primer menjadi salah satu prioritas, termasuk melalui pemenuhan alat kesehatan dan revitalisasi Puskesmas.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mendistribusikan sekitar 300.000 antropometri kit ke Posyandu serta 10.000 alat ultrasonografi (USG) ke Puskesmas.

Pemerintah juga akan memperkuat 10.000 Puskesmas dengan fasilitas X-ray guna mendukung skrining TBC serta teknologi diagnosis molekuler. Di sisi pencegahan, pemerintah terus memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Program tersebut telah menjangkau sekitar 70 juta orang pada tahun pertama dan mencapai sekitar 88 juta orang hingga Agustus 2026. Tahun ini, pemerintah menargetkan cakupan CKG mencapai 130 juta orang.

Dari hasil skrining, persoalan kesehatan gigi dan obesitas menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular.

"Kalau kita ingin memperpanjang usia harapan hidup, cara yang paling murah adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan menunggu mereka sakit kemudian mengobatinya," kata Budi.


Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Kesehatan

Kemenkes Temukan PM2,5 di Bandara Soekarno-Hatta Masih di Atas Batas Aman

Kesehatan

Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Berjalan, KIPI Siswi di Karo Dinyatakan Koinsiden

Kesehatan

Kemenkes Siagakan 413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Kesehatan

Kemenkes Kerahkan 160 Tenaga Kesehatan untuk Pulihkan Kesehatan Warga Terdampak Gempa NTT

Kesehatan

Kemenkes Perkuat Sistem Kegawatdaruratan Medis Hadapi Ancaman Bencana

Kesehatan

Kemenkes dan OJK Perkuat Pembiayaan Kesehatan melalui Kolaborasi Asuransi dan Rumah Sakit