Semarang (buseronline.com) - Layanan pijat bugar yang disediakan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah selama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 mendapat sambutan positif dari para kafilah.
Dilansir dari laman Jatengprov, selain membantu memulihkan kebugaran peserta setelah mengikuti perlombaan, layanan yang berlokasi di Kantor Dinsos Jateng tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas netra.
Salah satu kafilah yang merasakan manfaat layanan tersebut adalah Rosyid, peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ) dari Sumatera Barat. Ia mengaku tubuhnya terasa pegal setelah menempuh perjalanan menuju Semarang dan mengikuti perlombaan selama sekitar delapan jam di depan laptop.
"Kebetulan tampilnya kan delapan jam, delapan jam di depan laptop, ngetik, ya tubuh cukup capek. Adanya layanan pijat ini sangat membantu, bikin fresh lagi," ujar Rosyid di stan pijat
MTQ Nasional, Kantor Dinsos Jateng, pada 15 September 2026.
Hal serupa disampaikan Zukhrufil Shodri, peserta cabang Tilawah Remaja asal Sumatera Barat. Dengan tarif Rp50.000 per jam, ia mendapatkan layanan pijat dari kaki hingga kepala oleh terapis penyandang disabilitas netra.
Shodri menilai keberadaan stan pijat tersebut sangat membantu, terutama bagi kafilah yang harus menempuh perjalanan jauh dari daerah asal.
"Saya ini sudah dua kali ikut MTQ nasional, ini yang pertama ada stan pijat, sehingga terbantu sekali. Soalnya kawan-kawan dari provinsi lain biasanya rata-rata mereka itu capek luar biasa, karena perjalanan yang jauh," katanya.
Di balik layanan tersebut, terdapat misi pemberdayaan penyandang disabilitas. Salah satu terapis, Agus Setyawan dari Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Penganthi Temanggung, mengaku senang mendapat kesempatan terlibat dalam
MTQ Nasional.
Agus bersama terapis lainnya memberikan layanan pijat bugar dengan sejumlah teknik, seperti shiatsu, segment, sport, dan kosmetik.
Menurut Agus, keterlibatan dalam berbagai kegiatan menjadi kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Ia pun mengapresiasi Pemprov Jateng yang terus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas melalui berbagai kegiatan, mulai dari MTQ Nasional, bazar, hingga pameran.
"Setelah diajarkan beberapa teknik massage dan keterampilan yang lain, seperti musik, olahraga, dan sebagainya, saya merasa senang dan lebih optimis untuk menjalankan hidup, untuk percaya diri," tuturnya.