Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Anak Krakatau yang memengaruhi kualitas udara dan aktivitas penerbangan di wilayah Bandung.
Dilansir dari laman Jabarprov, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan kesehatan akibat paparan
abu vulkanik. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah mengimbau siswa sekolah untuk menggunakan masker.
Selain itu, abu vulkanik yang menempel di lingkungan sekolah, jalan, trotoar, pepohonan, dan dedaunan dibersihkan dengan penyemprotan air agar tidak kembali beterbangan ke udara.
Pemko Bandung juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi gangguan transportasi akibat penerbangan yang terdampak.
Masyarakat yang mengalami pembatalan penerbangan dari Jakarta menuju sejumlah kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Solo dapat menggunakan alternatif perjalanan melalui Bandung dengan kereta api.
Dari sisi kesehatan, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Kota Bandung diminta siaga menghadapi kemungkinan meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pemerintah juga memantau ketersediaan masker di pasaran untuk mencegah kelangkaan, penimbunan, dan kenaikan harga. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di sekolah Kota Bandung masih dilakukan secara tatap muka.
Para siswa tetap diperbolehkan mengikuti pembelajaran langsung dengan menerapkan langkah perlindungan, salah satunya menggunakan masker.
Pemerintah Kota Bandung memastikan kondisi abu vulkanik dan aktivitas penerbangan akan terus dipantau. Hingga Senin (7/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, penerbangan dari Bandung masih belum mendapatkan izin untuk kembali beroperasi.